Senin, 6 Desember 2021 / 2 Jumadil Awwal 1443 H

Nasional

Banyak Lapas Over Kapasitas, Anggota Komisi III DPR: Ada Tiga Hal yang Harus Dibenahi Sekaligus

disparitas hukum Liputan6.com/Faizal Fanani
Bagikan:

Hidayatullah.com — Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar diskusi forum Legislasi bertajuk “Over Kapasitas Lapas, RUU Pemasyarakatan Dibutuhkan” bertempat di Media Center DPR RI, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta.

Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani yang menjadi pembicara mengungkap setidaknya ada tiga masalah yang harus diselesaikan untuk mengatasi permasalahan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia, termasuk terkait over kapasitas yang terjadi di beberapa lapas di Indonesia.

“Ada 3 hal untuk menyelesaikan, regulasi atau substansi hukum, struktur hukum kelembagaan lapas dan budaya hukumnya,” ujar Asrul seperti melansir laman resmi DPR, Selasa (14/09/2021).

Selanjutnya, Politisi dari PPP itu menilai, penegakan hukum di Indonesia hingga saat ini masih belum murni dan konsekuen. Misalnya dalam penegakan hukum kasus narkotika, Arsul mengungkapkan hampir 50 persen penghuni lapas saat ini adalah terpidana kasus narkoba yakni penyalahgunaan murni yang bukan pengedar, apalagi bandar.

“Undang-Undang Narkotika sudah tegas menyatakan bahwa pengguna atau penyalahgunaan guna murni diproses hukum tetapi ujungnya adalah rehabilitasi, tapi penegak hukum belum melaksanakan ini secara murni dan konsekuen dan konsisten, apalagi di daerah. Inilah sebetulnya sumber utama, kasus narkotika, jika ini ditegakkan, over-capacity akan sangat banyak bisa dikurangi,”terangnya.

Penegakan hukum di Indonesia menurutnya perlu dibenahi, salah satunya dalam penegakan hukum kasus narkotika. “Maka di revisi undang-undang narkotika bertekad ini harus diselesaikan. Kami di Komisi III baik oposisi maupun koalisi sepakat soal penegakan hukum yg murni dan konsekuen,” tambah Arsul.

Arsul mengatakan bahwa RUU Pemasyarakatan (RUU PAS) nantinya penting disusun untuk meletakkan prinsip mandela rules. Yakni untuk mengatur standar minimal peraturan tentang dasar-dasar perlakuan terhadap narapidana.

“Nah itu kita adopsi prinsip-prinsip Mandela Rules itu, kemudian fungsi pemasyarakatan itu memang tempat orang menjalani hukuman, tetapi di sana ada pelayanan, pembinaan, pembimbingan, pemasyarakatan, perawatan, pengamanan dan pengamatan,” tambah legislator dapil Jawa Tengah X ini.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Muhammad

Bagikan:

Berita Terkait

Din Minta Barat Tak Jadikan Timur Tengah Sasaran Proxy War

Din Minta Barat Tak Jadikan Timur Tengah Sasaran Proxy War

Kemenag Sosialiasikan Pencegahan Korupsi Berbasis Keluarga

Kemenag Sosialiasikan Pencegahan Korupsi Berbasis Keluarga

Fanspage Facebook Resmi Milik Ustadz Abdul Somad Dikabarkan Hilang

Fanspage Facebook Resmi Milik Ustadz Abdul Somad Dikabarkan Hilang

permendikbudristek 30

Mayoritas Peserta Pilkada 2020 Petahana, DPR: Waspadai ‘Main Mata’

Pertemuan Alumni Gontor Menjelang Pemilu

Pertemuan Alumni Gontor Menjelang Pemilu

Baca Juga

Berita Lainnya