Sabtu, 4 Desember 2021 / 28 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Kementerian dan Lembaga Negara Kena Retas, BSSN Gerak Cepat

Bagikan:

Hidayatullah.com — Juru Bicara Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Anton Setiawan mengatakan pihaknya sudah melakukan pemantauan mengenai dugaan peretasan di 10 kementerian dan lembaga pemerintah Indonesia. Beberapa waktu lalu Insikt Group melaporkan adanya tindakan peretasan yang dilakukan oleh Mustang Panda Group, asal Tiongkok.

Anton juga menuturkan bahwa BSSN telah melakukan langkah utama yakni dengan memberi peringatan dan himbauan keamanan kepada kementerian dan instansi pemerintah lainnya

“Ya, hal tersebut sudah menjadi pantauan BSSN, langkah utama yang kita lakukan adalah memberikan peringatan dan imbauan keamanan kepada kementerian dan instansi pemerintah lainnya,” ujar Anton seperti dikutip dari Sindonews, Senin (13/09/2021).

Sementara itu, Pakar keamanan siber Pratama Persadha, menyampaikan belum diketahui persis kebenaran dari informasi yang diberikan. Jadi bisa saja ini baru klaim sepihak. Menurutnya masih perlu menunggu bukti yang ada.

“Kalau mereka sudah share bukti peretasan nya seperti data dan biasanya upaya deface, baru kita bisa simpulkan memang benar terjadi peretasan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Hingga saat ini, belum diketahui kementrian mana saja yang terkena peretasan. Namun bila ini spionase antar negara, memang bukti akan lebih sulit untuk didapatkan, karena motifnya bukan ekonomi maupun popularitas.

Chairman lembaga riset keamanan siber CISSReC (Communication & Information System Security Research Center) ini mengatakan laporan seperti ini tetap bagus sebagai trigger.

Utamanya bagi semua kementerian dan lembaga pemerintah di Indonesia agar mulai cek-cek sistem informasi dan jaringannya.

Pihak kementerian dan lembaga bisa melakukan security assessment di sistemnya masing-masing. Perkuat pertahanannya, upgrade SDM nya, dan buat tata kelola pengamanan siber yang baik di institusinya masing-masing.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Kecelakaan Kapal Beruntun, Jargon “Indonesia Poros Maritim Dunia” Disoroti

Kecelakaan Kapal Beruntun, Jargon “Indonesia Poros Maritim Dunia” Disoroti

Mantan TKI Arab Saudi Raih Doktor Hukum dari Unpad

Mantan TKI Arab Saudi Raih Doktor Hukum dari Unpad

MUI Akan Bekerjasama dengan MIUMI untuk Penguatan Fatwa

MUI Akan Bekerjasama dengan MIUMI untuk Penguatan Fatwa

PBNU PPN Pendidikan

Tolak PPN Jasa Pendidikan, PBNU Tak Habis Pikir dengan Mind Set Pengambil Kebijakan Negara

Amir Ahmadiyah: Bedanya Ahmadiyah dengan Islam pada Imam Mahdi

Amir Ahmadiyah: Bedanya Ahmadiyah dengan Islam pada Imam Mahdi

Baca Juga

Berita Lainnya