Sabtu, 23 Oktober 2021 / 17 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

PP Muhammadiyah Ingatkan Pentingnya Spiritualitas, Tentukan Tujuan Pendidikan Nasional

Shalat tarawih 2 shift Azim Arrasyid/hidayatullah.com
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti berbicara mengenai RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) kepada wartawan di Jakarta, Senin (15/06/2020).
Bagikan:

Hidayatullah.com — Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengingatkan pentingnya peran spiritualitas dalam kehidupan manusia. Baik spiritualitas yang bersumber dari ajaran agama, atau spiritualitas yang bersumber dari nilai-nilai budaya.

Memang Fenomena modernisme dan globalisasi cukup berdampak pada sebagian sprititual, yang mulai terpinggirkan secara perlahan. Hal inilah yang dikhawatirkan Mu’ti, menurutnya, spiritualitas itu tidak terjadi secara alamiah, tapi juga terbangun lewat gerakan.

Melansir laman PP Muhammadiyah, Mu’ti membeberkan khawatirannya soal spiritualitas tersebut. Terutama dalam hal masa depan pendidikan nasional. Pasalnya, dia melihat ada berbagai rangkaian kejadian yang mengarahkannya pada kesimpulan itu.

“Karena itu maka kalau sekarang ada upaya-upaya untuk misalnya menjadikan agama dan iman takwa itu sebagai sesuatu yang tidak ada lagi di dalam tujuan pendidikan, mata pelajaran, saya kira itu akan menjadikan manusia kehilangan kemanusiaannya,” kata Mu’ti dalam Seminar Nasional Ikatan Alumni UNY bertajuk “Spiritualisme dalam Pendidikan dan Kesehatan Masyarakat.” beberapa waktu lalu.

“Maka pendidikan itu harus berpusat pada manusia, dan karena manusia itu adalah makhluk jasmani dan rohani, maka pendidikan itu harus memenuhi aspek jasmani dan ruhani dalam diri manusia itu,” lanjutnya.

Bagi bangsa Indonesia, perhatian terhadap aspek ruhaniah dalam pendidikan nasional adalah bagian dari wujud merawat cita-cita para pendiri bangsa sebagaimana tersirat dalam Pancasila dan tersurat dalam UUD 1945.

“Kalau kita bicara tentang pendidikan sebagai sebuah proses, maka dalam konteks negara, pendidikan itu merupakan political engineering atau sebuah rekayasa politik yang dilakukan oleh negara untuk membentuk masyarakat dari suatu negara yang diinginkan oleh para pemimpin atau penyelenggara negara itu,” terangnya.

Selain itu, Mu’ti juga berpesan identitas pendidikan nasional Indonesia yang mencakup sisi jasmaniah dan ruhaniyah ke depan terus dikembangkan untuk bisa beradaptasi dan unggul di tengah globalisasi.

“Kalau kita bicara tentang Indonesia, justru kita menjadi Indonesia itu kalau kita memperkuat keberagamaan bukan kemudian mendelusi agama. Inilah yang kemudian saya kira penting sehingga dimensi spiritual dalam dimensi pendidikan niscaya dan harus menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya kita membangun bangsa, karakter dan peradaban bangsa,” tutupnya.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Muhammad

Bagikan:

Berita Terkait

MUI: Tidak Ada Ustadz Seleb

MUI: Tidak Ada Ustadz Seleb

Tahun 2015, Pemuda Islam Jangan Lagi Takut Bersuara

Tahun 2015, Pemuda Islam Jangan Lagi Takut Bersuara

Menjaga Kesehatan Bagian dari membangun Peradaban Islam

Menjaga Kesehatan Bagian dari membangun Peradaban Islam

Wapres: Pemerintah Akan Perkuat Lembaga Keuangan Syariah

Wapres: Pemerintah Akan Perkuat Lembaga Keuangan Syariah

pembunuh bayaran PKI

Warganet Menolak Lupa Peringati G 30 S PKI

Baca Juga

Berita Lainnya