Senin, 6 Desember 2021 / 30 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Tausyiah MUI Pusat: Afghanistan Harus Menjadi Negara Homogen seperti Madinah

Bagikan:

Hidayatullah.com–Mencermati dinamika, perkembangan politik, situasi keamanan dan kehidupan rakyat dan umat Islam di Afghanistan, Pimpinan   Majelis Ulama Indonesia (MUI menyampaikan beberapa tausyiah. MUI berharap wajah Afghanistan yang baru lebih damai, mengedepankan musyawarah, perdamaian, persatuan, persaudaraan, dan tolong-menolong.

“Mengimbau kepada para pemimpin politik dan suku serta semua pihak di Afghanistan untuk mengedepankan musyawarah, perdamaian, persatuan, persaudaraan, tolong-menolong, sehingga tercipta tatanan kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan yang lebih kuat, berdaulat, dan bermartabat di Afghanistan,” demikian salah satu bunyi “Tausyiah MUI tentang Perkembangan Situasi di Afghanistan”, Selasa (7/9/2021) yang ditandatangani Ketua MUI Pusat KH Miftachul Ahyar dan Sekjen MUI, H. Amirjah Tambunan.

Untuk mencapai   kehidupan   berbangsa   dan   bernegara   yang   lebih baik di Afghanistan, MUI menyarankan semua komponen di Afghanistan meneladani Nabi Muhammad ﷺ saat memulai membangun Negara Madinah. Dimana kota itu dibangun dengan merukunkan dan mendamaikan antara Suku Aus dan Khazraj yang telah bertikai selama ratusan tahun.

“Dua suku ini kemudian dikenal dengan sebutan Sahabat Anshor.”

Selain itu, juga mempersaudarakan dan mempersatukan antara Sahabat   Anshor dan Muhajirin. ”Menciptakan persatuan antar suku, kelompok, dan  penganut agama untuk membangun dan membela Negara Madinah sebagai negara yang heterogen, multi suku dan multi agama.”

Sebagai wujud pelaksanaan amanat konstitusi khususnya Pembukaan UUD 1945, MUI berkepentingan mendorong terciptanya penyelesaian masalah dan  perdamaian abadi di Afghanistan. Salah satunya mendorong adanya pemenuhan hak-hak warga negara termasuk hak-hak perempuan dan anak.

“Semua upaya di atas dilakukan untuk terwujudnya kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan di Afghanistan yang merdeka dan berdaulat,” demikian bunyi Tausyiah MUI.

MUI juga mendorong pemerintah untuk terus menjalin kerjasama dengan negara-negara Muslim yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI)  dan badan Internasional lainnya dalam rangka memberikan bantuan  kemanusiaan dan solusi perdamaian abadi di Afghanistan.  MUI juga mengimbau  kepada semua pemimpin negara-negara di dunia dan masyarakat internasional untuk tidak melakukan intervensi terhadap proses politik internal di Afghanistan.

“Mengimbau kepada semua pemimpin politik, suku dan elemen  masyarakat Afghanistan untuk melakukan prosespolitik  secara  damai  sehingga  terbentuk pemerintahan yang berdaulat,” kata MUI, “Mengimbau kepada  masyarakat,terutama umat Islam Indonesia, agar dalam menyikapi masalah   Afghanistan lebih mengedepankan sikap Wasathiyah, konstruktif dan menghindari sikap-sikap yang dapat memicu dan menimbulkan pertentangan dan polarisasi di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam.”

Selanjutnya MUI mengajak seluruh umat Islam memanjatkan doa semoga Allah melindungi rakyat Afghanistan dan segera tercipta perdamaian, keadilan, dan kesejahteraan di Negara itu.*

Rep: Ahmad
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Meski Pendukung Ahok Bagikan Amplop, Anies-Sandi Tetap Menang di Sini

Meski Pendukung Ahok Bagikan Amplop, Anies-Sandi Tetap Menang di Sini

Potensi Wakaf Sangat Besar, Urusan Sertifikasinya Perlu Satu Atap

Potensi Wakaf Sangat Besar, Urusan Sertifikasinya Perlu Satu Atap

Patrialis Sambut Baik Kehadiran PULDAPII, Dakwah Organisasi yang Baik

Patrialis Sambut Baik Kehadiran PULDAPII, Dakwah Organisasi yang Baik

Soal Program TV “Karma”, KPI Menunggu Surat MUI

Soal Program TV “Karma”, KPI Menunggu Surat MUI

Klarifikasi dan Imbauan Gubernur NTB terkait Penghinaan atas Dirinya

Klarifikasi dan Imbauan Gubernur NTB terkait Penghinaan atas Dirinya

Baca Juga

Berita Lainnya