Selasa, 30 November 2021 / 24 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Kemenag Salurkan Rp6,9M untuk Bantu Masjid dan Mushala, Begini Syarat Penerima

Bagikan:

pHidayatullah.com — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) akan menyalurkan bantuan operasional masjid dan mushala di daerah terdampak Covid-19 tahun anggaran 2021. Total bantuan yang akan disalurkan sebesar 6,9 miliar rupiah. Ini terdiri dari 6,2 miliar rupiah bantuan untuk masjid dan 700 juta rupiah bantuan untuk mushala.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Moh. Agus Salim mengungkapkan, bantuan operasional ini dapat dipergunakan takmir dan pengurus masjid/mushala untuk memenuhi keperluan penerapan protocol kesehatan dan percepatan penanganan Covid-19.

“Misalnya, untuk penyediaan protokol kesehatan 5M seperti penyediaan sanitasi cuci tangan, masker, hand sanitizer, disinfektan, dan alat pengukur suhu tubuh serta sarana pencegahan Covid-19 yang lainnya. Termasuk untuk kebutuhan pembayaran listrik, air, dan kebutuhan pembinaan keumatan yang dilakukan secara daring,” ujar Agus melalui keterangannya, Senin (30/08/2021).

Agus mengungkap diberikan bantuan itu sebagai bentuk dukungan dan kehadiran pemerintah kepada takmir dan pengurus masjid/musala dalam penanganan pandemi Covid-19. Dari itu Dia berharap, bantuan operasional yang disalurkan Kemenag dapat menjadi stimulan bagi takmir masjid dan musala untuk melayani umat secara optimal di masa pandemi Covid-19.

Menurutnya, Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada pembatasan dan peniadaan sementara kegiatan peribadahan dan kewajiban penerapan prokes. Ini tentu berpengaruh terhadap beban operasional bagi takmir dan pengurus masjid/musala.

Adapun besaran bantuan operasional yang akan diberikan sebesar Rp20 juta untuk tiap masjid, dan Rp10 juta untuk tiap musala.

Sementara, Kepala Subdirektorat Kemasjidan Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Abdul Syukur menjelaskan, ada beberapa persyaratan dan prosedur permohonan bantuan yang harus dipenuhi oleh takmir dan pengurus masjid/musala.

“Salah satu persyaratannya, masjid/musala harus terdaftar pada Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama, memiliki rekening bank atas nama masjid/musala, dan terdampak/berada pada daerah yang terpapar Covid-19,” ujar Abdul Syukur.

Adapun dokumen permohonan bantuan ditujukan kepada Menteri Agama melalui Dirjen Bimas Islam/Direktur Urais Binsyar. Dokumen tersebut selanjutnya diunggah pemohon ke laman simas kemenag https://simas.kemenag.go.id/page/permohonanbantuan.

Permohonan bantuan, lanjut Abdul Syukur, paling lambat diajukan secara online pada 12 September 2021. “Seluruh sistem dan mekanisme pengajuannya akan dilakukan secara online, sebagai upaya transformasi digital terkait pengelolaan bantuan di Bimas Islam,” tandasnya.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

MUI Tegur Tayangan Televisi Kontra Muatan Ramadhan

MUI Tegur Tayangan Televisi Kontra Muatan Ramadhan

Dirjen PHU Berniat Tingkatkan Pelayanan Haji

Dirjen PHU Berniat Tingkatkan Pelayanan Haji

Jika Kader NasDem Viktor Tak Diproses, PKS Khawatir Timbul Konflik

Jika Kader NasDem Viktor Tak Diproses, PKS Khawatir Timbul Konflik

Pemerintah Sebaiknya Mengatasi Tawuran Pelajar, Bukan Rohis

Pemerintah Sebaiknya Mengatasi Tawuran Pelajar, Bukan Rohis

Muhammadiyah Ajak Umat Islam Bebaskan Masjid Al-Aqsha

Muhammadiyah Ajak Umat Islam Bebaskan Masjid Al-Aqsha

Baca Juga

Berita Lainnya