Rabu, 8 Desember 2021 / 3 Jumadil Awwal 1443 H

Nasional

Ketua MUI: Dinamika Kemenangan Taliban Jangan Membuat Umat Terpecah

istimewa
Mukernas I MUI (25-26/08/2021).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar mengatakan Indonesia sebagai negara dengan mayoritas berpenduduk Muslim senantiasa berpegang teguh pada nilai wasathiyatul (moderasi) Islam. Ia berharap, peralihan kekuasaan pemerintah Afghanistan oleh kelompok Taliban tidak menjadikan umat Islam Indonesia terpecah.

Menurutnya, pemahaman agama wasathiyah Islam memiliki posisi penting dan strategis. Maka dari itu, umat Islam Indonesia harus terus menjaganya.

Terkait dengan sorotan internasional terhadap pengambilalihan Taliban atas Afghanistan, Kiai Miftach mengajak segenap umat Islam Indonesia tidak terjebak pada tindakan yang memunculkan polarisasi.

“MUI mengajak segenap umat Islam Indonesia untuk merespons setiap dinamika sosial dan politik, baik di tingkat nasional maupun global, termasuk dinamika baru di Afghanistan, dengan sikap yang mutawassith (menengah), konstruktif dan tidak terjebak dalam polarisasi yang menimbulkan mafsadah (kerusakan),” demikian kata Kiai Mif saat memberi sambutan dalam pembukaan Mukernas I MUI, Rabu (25/8/2021).

Secara khusus, Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya ini juga menghaturkan doa dan harapannya agar negara bekas wilayah Khurasan Raya itu dapat mewujudkan pemahaman agama wasatiyatul Islam dalam aktivitas politik negara, bangsa dan masyarakatnya.

“Melalui ikhtiar bersama dari pemerintah, ulama dan masyarakatnya. Yakni, Islam yang me njunjung tinggi dan memprakteikkan prinsip-prinsip tawassuth, tawâzun, tasâmuh (toleran), i’tidâl (adil), syûra, musâwâh, ishlâh, awlawiyyah (prioritas), tathawwur wa ibtikâr (pengembangan dan inovasi), dan tahaddhur (kontekstualisasi),” pungkas Ulama yang juga Rais Aam PBNU ini.

Kelompok Taliban berhasil menguasai Istana Negara Afganistan pada Ahad 15 Agustus 2021. Kelompok Taliban berhasil menguasai Kota Kabul tanpa pertempuran yang berarti.

Sebabnya, Presiden Afghanistan Ashraf Gani memilih meninggalkan negaranya dan kabur ke luar negeri. Kelompok Taliban bahkan langsung mengganti bendera menjadi warna putih dengan tulisan Syahadat ala Afghanistan.

Bukan hanya itu, Kelompok Taliban juga mengganti nama negara kembali dengan sebutan Emirat Islam Afghanistan. Nama ini pernah digunakan Kelompok Taliban saat menguasai Afghanistan pada 1996 hingga 2001.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad

Bagikan:

Berita Terkait

Yudhoyono-Boediono Resmi Jadi Presiden-Wapres

Yudhoyono-Boediono Resmi Jadi Presiden-Wapres

Siapkan Waktu 3 Tahun, Habibie Rintis Industri Pesawat di Batam

Siapkan Waktu 3 Tahun, Habibie Rintis Industri Pesawat di Batam

Pemprov DKI Diminta Dana Kesejahteraan Guru Ngaji dan Marbot

Pemprov DKI Diminta Dana Kesejahteraan Guru Ngaji dan Marbot

Qurban BMH Bahagiakan Korban Bencana Gempa Lombok

Qurban BMH Bahagiakan Korban Bencana Gempa Lombok

Soal Izin Gereja Rehoboth, Kemenag Bandung: Kita Tidak Asal Rekomendasi

Soal Izin Gereja Rehoboth, Kemenag Bandung: Kita Tidak Asal Rekomendasi

Baca Juga

Berita Lainnya