Selasa, 7 Desember 2021 / 2 Jumadil Awwal 1443 H

Nasional

Pengakuan Non-Nakes Dapat Booster Vaksin, Netty Aher: Curi Start yang Harus Ditindak

Netty Aher Komentari Pelarangan Mudik dan Pembukaan tempat Wisata Ist/Man dpr.
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Heryawan
Bagikan:

Hidayatullah.com — Surat Edaran Nomor HK.02.01/1919/2021 menyebutkan bahwa booster vaksin hanya untuk nakes. Ramai diberitakan sejumlah pejabat non-nakes mengaku sudah disuntik booster vaksin ini.

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengkritik penggunaan booster vaksin  tidak tepat sasaran ini sebagai tindakan curi start yang  tidak bertanggung jawab dan harus ditindak.

“Booster vaksin disiapkan  hanya  untuk nakes yang sudah banyak berguguran dalam tugasnya.  Jika ada pihak yang bukan nakes  mengaku telah disuntikkan booster, itu namanya tindakan curi start yang tidak bertanggung jawab.  Pelanggaran ini seharusnya  segera ditindak,” ujarnya melalui rilis yang diterima Hidayatullah.com, Kamis (26/08/2021).

Menurut Netty, pemerintah harus bersikap tegas dengan mengusut masalah ini agar tidak terjadi lagi penyalahgunaan wewenang dan otoritas.

“Kemenkes harus segera melakukan evaluasi terkait distribusi dan pelaksanaan booster vaksin di lapangan. Jangan salahgunakan wewenang yang membuat  rakyat marah. Untuk dapat vaksin reguler, rakyat harus  rela antre berjam-jam, sementara ada pihak yang tidak berhak malah sudah mendapatkan booster dengan cara mudah,” tambahnya.

Pemerintah, ujar Netty, jangan memberi contoh buruk pada rakyat dengan membuat surat edaran dan kemudian melanggarnya sendiri.

“Pemberian booster vaksin hanya untuk nakes merupakan langkah tepat. Pengadaan booster  dan proses pelaksanaannya  harus menjadi prioritas dalam refocusing anggaran negara. Para nakes adalah pejuang  yang berhadap-hadapan langsung dengan pasien Covid-19,” paparnya.

Oleh karena itu, lanjut Netty,  semua pihak harus bisa menahan diri, karena masih banyak  rakyat yang belum mendapat  vaksin.

“Anggaran negara terbatas, sementara kebutuhan pengadaan vaksin dan pelaksanaannya membutuhkan biaya sangat besar. Rakyat masih banyak yang harus sabar menanti jatah vaksin reguler.  Jadi, kasus penyalahgunaan  booster vaksin seperti ini mencederai hati rakyat. Dimana letak keadilan sosial bagi seluruh rakyat?,” katanya.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Jumat, Puluhan Ribu Massa Siap Kepung MNC Tower

Jumat, Puluhan Ribu Massa Siap Kepung MNC Tower

Kepolisian Apresiasi Aksi Simpatik 55

Kepolisian Apresiasi Aksi Simpatik 55

Perlu Revitalisasi BMT Entaskan Masalah Ekonomi Umat

Perlu Revitalisasi BMT Entaskan Masalah Ekonomi Umat

Indonesia Tempati Juara Tiga Konsumsi Rokok Sedunia

Indonesia Tempati Juara Tiga Konsumsi Rokok Sedunia

Pembeli Kecewa, ada “Promosi” Waria dalam Buku Balita

Pembeli Kecewa, ada “Promosi” Waria dalam Buku Balita

Baca Juga

Berita Lainnya