Kamis, 2 Desember 2021 / 26 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Tinjau Vaksinasi Covid-19, Wapres Ma’ruf: Hukumnya Wajib Sebagai Ikhtiar

ekonomi pesantren
ekonomi pesantren
Bagikan:

Hidayatullah.com — Bangsa Indonesia masih menghadapi ancaman bahaya wabah Covid-19. Karenanya, vaksinasi adalah ikhtiar dalam menjaga diri dari kemungkinan tertular virus tersebut. Saat ini mengikuti program vaksinasi merupakan kewajiban sebagai bangsa, juga kewajiban agama, apalagi, ulama sudah memberikan contoh mengenai hal itu.

“Vaksinasi, melaksanakan protokol kesehatan, dan semua upaya pengobatan (Covid-19) itu bukan hanya soal kewajiban sebagai bangsa, sebagai warga bangsa, tetapi (juga) kewajiban agama,” kata Wapres saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nawawi Tanara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Kamis (19/08/2021).

Ma’ruf mengimbau masyarakat agar perlu ragu untuk mematuhi protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi Covid-19, karena menjaga dan mengamankan diri dari bahaya telah masuk perkara agama yang sesuai dengan syariah. “Syech Nawawi Al Bantani mengatakan bahwa hukum berobat karena sakit dan menjaga diri dari wabah itu wajib. Wajib hukumnya, bukan sunnah,” ujarnya.

“Jadi kalau ada yang masih tidak paham, apalagi di dunia pesantren, ini sudah ada petunjuk dari para ulama. Karena memang kita melakukan sebab. Menjalankan sebab itu, para ulama menyebut sebagai bagian tidak terpisahkan daripada kepatuhan kita kepada perintah Allah. Kita disuruh terima apa adanya nanti, tapi kita juga disuruh berusaha,” sambungnya.

Untuk itu, Ma’ruf mengajak seluruh masyarakat Indonesia agar mau divaksin, karena hal ini merupakan kewajiban kebangsaan dan kewajiban agama. “Itulah sebabnya saya anjurkan semua masyarakat supaya segera mengikuti vaksinasi, kemudian supaya masyarakat juga mematuhi protokol kesehatan, menjaga jarak, memakai masker, dan itu bukan hanya kewajiban sebagai warga negara, tapi perintah agama yang harus kita laksanakan,” pesannya.

Selain itu, Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini juga berharap jangan ada lagi orang yang tidak mau divaksin karena pemahaman keliru dalam menghadapi Covid-19, yakni hanya perlu pasrah pada takdir tanpa melakukan ikhtiar pencegahan apapun.

“Takdir iya, tetapi (kita) juga diperintah untuk berusaha dan berikhtiar untuk mencegah terjadinya penyakit atau mengobati. Tapi di sisi lain kita juga secara batin pasrah. Ini cara akidah yang dijalankan, namanya pendidikan keimanan dalam menghadapi setiap persoalan,” terangnya.

Ma’ruf menyampaikan kegiatan vaksinasi Covid-19 di Pesantren An-Nawawi Tanara kali ini untuk target 3.000 orang, yang terdiri dari santri sejumlah 1.500 orang dan masyarakat sekitar pesantren sejumlah 1.500 orang. Menurutnya, kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari program vaksinasi nasional terhadap 77 persen dari total penduduk Indonesia atau sekitar 208 juta orang, agar segera tercipta kekebalan kelompok.

“Ini memang merupakan program dari Pemeritah untuk mempercepat vaksinasi di Indonesia, supaya diharapkan tahun 2021 akhir ini, sudah tervaksinasi seluruhnya untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok,” urainya.

Perlu diketahui, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di lingkungan Pesantren An-Nawawi Tanara merupakan bagian dari program Serbuan Vaksinasi Covid-19 TNI Angkatan Laut. Hal ini dilakukan untuk membantu percepatan vaksinasi Covid-19 di wilayah Kabubaten Serang.

Rep: Admin Hidcom
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Aksi 4 November, PBNU: Jaga Akhlak, Ketertiban, dan Keamanan

Aksi 4 November, PBNU: Jaga Akhlak, Ketertiban, dan Keamanan

Kementerian Komunikasi dan Informasi Akui Blokir Media Islam Tanpa Komunikasi dan Verifikasi

Kementerian Komunikasi dan Informasi Akui Blokir Media Islam Tanpa Komunikasi dan Verifikasi

FKDM Minta Usut Panitia Pencetus Ide Pawai Karnaval PKI di Pamekasan

FKDM Minta Usut Panitia Pencetus Ide Pawai Karnaval PKI di Pamekasan

Ketaatan kepada Pemimpin Jamaah Lahirkan Perubahan

Ketaatan kepada Pemimpin Jamaah Lahirkan Perubahan

PM Malaysia Mahathir Mohamad Gelar Kunjungan Resmi ke Indonesia

PM Malaysia Mahathir Mohamad Gelar Kunjungan Resmi ke Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya