Rabu, 1 Desember 2021 / 25 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

KJRI: Arab Saudi Masih Lakukan Kajian Vaksin Sinovac

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah Endang Jumali
Bagikan:

Hidayatullah.com–Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah Endang Jumali mengatakan hingga saat ini Arab Saudi masih melakukan kajian terkait penggunaan vaksin Sinovac dan Sinopharm. Hasil kajian itu akan segera diumumkan.

“Untuk vaksin Sinovac dan Sinopharm yang digunakan sejumlah negara, Kementerian Kesehatan Arab Saudi masih melakukan kajian. Dalam waktu dekat, akan dirilis hasilnya secara resmi,” kata Endang melalui keterangan persnya, Ahad (15/08/2021).

Endang menyampaikan informasi itu didapat setelah menggelar pertemuan dengan Deputi Urusan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi Dr. Abdulaziz Wazzan di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Jeddah. Pertemuan yang berlangsung pada 11 Agustus 2021 itu dihadiri Konjen RI Eko Hartono bersama Koordinator Perlindungan Warga dan Pelaksana Staf Teknis Haji 1 (P-STH 1)

“Kementerian Haji dan Umrah terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi untuk memastikan apakah calon jemaah umrah dari negara lain, termasuk Indonesia, yang sudah memperoleh 2 dosis kedua vaksin tersebut masih perlu diberikan 1 dosis lagi (booster) dari 4 vaksin yang digunakan Saudi, atau bagaimana,” ungkapnya.

“Sementara Sinovac dan Sinopharm saat ini sudah diakui WHO. Kemenag terus berkoordinasi dengan Kemenkes RI dan Kemenlu RI untuk membahas bersama masalah penggunaan vaksin ini,” sambungnya.

Sementara itu Deputi Umrah, lanjut Endang, dalam pertemuan itu juga menegaskan bahwa Pemerintah Arab Saudi lebih memprioritaskan keselamatan dan kesehatan jemaah dalam pengaturan penyelenggaraan ibadah umrah di masa pandemi. Keselamatan dan kesehatan menjadi hal utama, bukan kepentingan ekonomi dan bisnis semata.

“Pelaksanaan ibadah umrah dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat, misalnya: transportasi dalam kota hanya diisi 50% dari total kapasitas normal, dan akomodasi hotel dibatasi dua orang per kamar,”terangnya.

Endang juga menyampaikan untuk alasan keselamatan kebijakan penangguhan masih diberlakukan, khususnya bagi negara yang penyebaran virus Covid-19 nya dinilai masih tinggi. “Ada 30 negara yang masih ditangguhkan masuk ke Kerajaan Arab Saudi, antara lain yaitu India, Pakistan, Indonesia, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon, Vietnam, Korut, Korsel, dan Afganistan,”tukasnya.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Banyak Aliran Sesat, Umat Islam Diminta Waspada

Banyak Aliran Sesat, Umat Islam Diminta Waspada

Pertambangan Harus Memakmurkan Rakyat, Bukan Segelintir Pengusaha

Pertambangan Harus Memakmurkan Rakyat, Bukan Segelintir Pengusaha

Aliansi Anti Komunis Desak DPR Keluarkan RUU HIP dari Prolegnas

Aliansi Anti Komunis Desak DPR Keluarkan RUU HIP dari Prolegnas

Ribuan Massa Demo Bawaslu, Jumlah Lebih Banyak

Ribuan Massa Demo Bawaslu, Jumlah Lebih Banyak

Kota Jakarta Dinilai Lebih Tertata, Maju, Berkeadilan

Kota Jakarta Dinilai Lebih Tertata, Maju, Berkeadilan

Baca Juga

Berita Lainnya