Selasa, 30 November 2021 / 24 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

DPR: Jika Menteri Saja Bingung Jelaskan PPKM Berlevel, Apalagi Rakyat

Dok Pri
Anggota Komisi I DPR RI Sukamta dari FPKS
Bagikan:

Hidayatullah.com — Anggota DPR RI, Sukamta menilai pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mengaku tidak mudah menjelaskan tentang PPKM berlevel ke masyarakat menunjukkan bahwa perubahan-perubahan istilah yang selama ini dilakukan oleh pemerintah terbukti cukup membingungkan. Dia menegaskan bahkan pejabat pemerintah sendiri dibuat kesulitan menjelaskan, apalagi masyarakat.

“Mungkin hanya di Indonesia sering berganti istilah, dari PSBB, kemudian wacana New Normal, kemudian berubah PPKM, ada PPKM Mikro, PPKM Darurat dan PPKM berlevel. Pantas kalau beberapa ahli khawatir Indonesia bisa masuk dalam jebakan pandemi, karena sejak awal kebijakan pemerintah membingungkan dan tanpa arah yang jelas yang terlihat dari berganti-gantinya istilah,” kata Sukamta melalui keterangan resminya, Rabu (04/08/2021).

Wakil Ketua Fraksi PKS ini menduga, kebingungan pemerintah ini karena sejak awal tidak menggunakan panduan yang ada dalam UU No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Di dalam UU, ada dua pendekatan besar dalam pengendalian wabah, karantina wilayah dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Ini kesannya pemerintah ubah-ubah istilah yang sekarang ini disebut PPKM berlevel karena ingin menghindari kebijakan Karantina yang diatur di UU, karena tidak mau membayar kompensasi ke warga. Di sisi lain pemerintah selalu bimbang antara kepentingan ekonomi dengan kesehatan, akhirnya banyak RS yang kolaps, kematian jumlahnya masih tinggi, dan ekonomi jeblok lagi,” tandasnya.

Politikus senior PKS itu berharap pemerintah gunakan UU sebagai panduan karena kepatuhan pada UU yang dibuat pada masa longgar, pasti hasilnya akan lebih baik daripada keputusan sesaat saat kondisi buruk.

“Kita tentu tidak ingin semakin banyak rakyat yang menjadi korban pandemi. Pemerintah jangan lagi membuat istilah dan kebijakan yang membingungkan, yang bisa mengarah terjadinya jebakan pandemi,” tegasnya.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Perbedaan Rakaat Tarawih jangan Membuat Kita Berpecah-belah

Perbedaan Rakaat Tarawih jangan Membuat Kita Berpecah-belah

Kemlu RI Pastikan Bomber Sri Lanka Insan Seelawan, Bukan WNI

Kemlu RI Pastikan Bomber Sri Lanka Insan Seelawan, Bukan WNI

Arsip Keluarga Rusak Kena Banjir, Perbaiki di Posko ANRI Gratis

Arsip Keluarga Rusak Kena Banjir, Perbaiki di Posko ANRI Gratis

Wacana Mendagri soal Rektor, Alasan “Radikalisme” Dinilai Terlalu Berlebihan

Wacana Mendagri soal Rektor, Alasan “Radikalisme” Dinilai Terlalu Berlebihan

Pemerintah Toraja Berencana Bangun Patung Yesus Tertinggi Di Dunia

Pemerintah Toraja Berencana Bangun Patung Yesus Tertinggi Di Dunia

Baca Juga

Berita Lainnya