Rabu, 29 September 2021 / 21 Safar 1443 H

Nasional

Soal Sertifikat Vaksin untuk Akses di Tempat Umum, Menkes: Belum Ada Pembahasan

sertifikat vaksin
sertifikat vaksin
Bagikan:

Hidayatullah.com — Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementrian Kesehatan (Menkes) Siti Nadia Tarmizi menyampaikan pihaknya hingga kini belum ada agenda pembahasan terkait penggunaan sertifikat vaksin Covid-19 sebagai syarat administrasi bagi masyarakat mengakses tempat-tempat umum.

“Sampai saat ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) belum ada pembahasan terkait rencana ini,” ujar Siti Nadia seperti melansir dari laman Merdeka, Selasa (03/08/2021).

Nadia mengemukakan hal itu merespons kebijakan pengelola pasar di DKI Jakarta yang telah memulai aturan menunjukkan sertifikat vaksin sebagai persyaratan administrasi masyarakat yang akan masuk ke tempat-tempat umum. Ketentuan tersebut berlaku seperti di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat dan sejumlah pusat perbelanjaan di wilayah setempat.

Menurut Nadia kebijakan tersebut baru berlaku di DKI Jakarta sebagai bagian dari otonomi daerah. “Ini kebijakan lokal dari pemda setempat,” ujar Nadia seperti diikutip dari Antara.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander K Ginting memastikan kebijakan di DKI Jakarta terkait sertifikat vaksin belum berlaku secara nasional. Namun saat ditanya apakah pemerintah memiliki rencana serupa pada masa mendatang, Alexander mengatakan keputusan tersebut membutuhkan proses. “Masih berproses,” kata dia.

Ketentuan sertifikat vaksin sebagai persyaratan administrasi untuk mengakses sejumlah pasar di DKI Jakarta merupakan kebijakan Perumda Pasar Jaya yang mewajibkan seluruh pedagang, karyawan toko, hingga pengunjung menunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19 jika ingin masuk ke area pasar.

Langkah ini diambil untuk mengurangi potensi penularan Covid-19 terhadap pedagang maupun konsumen yang berinteraksi di pasar tradisional dan modern.

Sebelumnya, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin dalam keterangan tertulis, Rabu (28/07/2021) mengatakan pertimbangan dari kebijakan tersebut dikarenakan persentase capaian penerima vaksin di Jakarta sudah cukup tinggi. “Hal ini mengingat vaksinasi yang sudah cukup banyak dilakukan di seluruh wilayah DKI Jakarta,” tandasnya.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Banyak Kasus Miras, GeNAM di Sumedang dan Garut Lahir

Banyak Kasus Miras, GeNAM di Sumedang dan Garut Lahir

Rawan Fitnah, Orangtua Diimbau Masukkan Anaknya ke Pesantren

Rawan Fitnah, Orangtua Diimbau Masukkan Anaknya ke Pesantren

10 Tahun untuk Pelaku Priok

10 Tahun untuk Pelaku Priok

Kenaikan Harga Kebutuhan Saat Ramadhan Bisa Akibat Sikap Isyraf

Kenaikan Harga Kebutuhan Saat Ramadhan Bisa Akibat Sikap Isyraf

Perjalanan 25 Hari Ramadhan Imam Masjid Gaza di Indonesia

Perjalanan 25 Hari Ramadhan Imam Masjid Gaza di Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya