Rabu, 20 Oktober 2021 / 13 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

MUI Luncurkan Gerakan Nasional Lindungi Umat Hadapi Pandemi

Bagikan:

Hidayatullah.com — Gerakan Nasional Penanggulangan (Gernas) Covid-19 Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengundang para alim ulama, untuk bersama-sama menyamakan langkah dalam menghadapi pandemi Covid-19.  Ketuga Gernas MUI, Dr Lukmanul Hakim, mengatakan upaya ini barangkali tidaklah cukup, karena ternyata pandemi berkepanjangan dan dampaknya sudah kita saksikan atau lihat bersama, banyak ulama yang berguguran dan wafat.

“Insyaallah nanti Selasa (hari ini), komitmen bersama Gerakan Nasional MUI untuk Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi akan diluncurkan tepat pukul 14:00. Kita akan mengundang seluruh pimpinan MUI, para alim ulama, dan juga kita mengundang kementerian, BUMN dan lainain untuk menyatukan potensi umat,” ujar dia dalam acara Pengajian Umum dan Istighasah Virtual dengan tema “Sejukan Hati di Masa Pandemi Bersama MUI”, Sabtu (31/7/2021) malam.

Nasihat dari Lukman, kadang-kadang di tengah masyarakat ada hal yang perlu di luruskan terkait tentang pandemi ini. Khususnya yang di bidang dakwah Kiai Cholil, dan semua di komisi dakwah meminta agar masyarakat ini diluruskan pahamnya.

Sebagaimana disampaikan juga oleh Wapres RI Prof KH Ma’ruf Amin tentang masih banyak para ulama, siapapun dai di dalam berdakwahnya itu belum bisa membedakan maqam mana dia berada, maqam asbab atau maqam tajrid.  “Ini juga barangkali harus kita sampaikan secara baik. Karena banyak sekali penolakan-penolakan masyarakat terhadap upaya-upaya protokol kesehatan, termasuk vaksinasi,” ujar Kiai Lukman.

Tujuan Gernas MUI, menurut Lukman, adalah bagaimana caranya melindungi umat dari serangan Covid-19, tentu yang akan dilakukan adalah Vaksinasi dan penegakkan protokol kesehatan. Wilayah kerja Gernas nanti termasuk melindungi tempat-tempat ibadah. “Kita tidak ingin masjid ditutup, tapi bagaimana menerapkan protokol kesehatan di tempat-tempat ibadah itu,” katanya.

Dia menyebutkan masalah selanjutnya yaitu pemulihan ekonomi. Karena menurutnya sekarang makan menjadi barang yang mahal, satu piring nasi menjadi barang yang mahal bagi masyarakat yang terkena dampak Covid-19 khususnya di bidang ekonomi.

Untuk itu, kata dia, Gerakan Nasional MUI mengundang seluruh elemen bangsa sebagaimana tema Milad ke-46 MUI yaitu, ulama, umara, dan umat bersatu untuk menghadapi pandemi Covid-19, dan juga masalah-masalah turunan, yaitu ekonomi.  Lukman mengatakan jika ini adalah sebuah musibah.

Meskipun Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tambahan yang hanya sekitar 2,7 juta orang, mungkin data riilnya bisa lebih jauh dari itu.  Meminjam istilah Wapres Ma’ruf Amin, saat ini banyak  misbar (miskin baru), kata Lukman.

“Tetapi saya sampaikan sekarang ada juga istilah Jabar (janda baru). Ini mungkin juga menjadi tanggung jawab para dai bagaimana kita juga menanggulangi jabar ini, dan juga para yatim yang mendadak, itu kita saksikan,” ujar Ketua Gernas MUI yang sekaligus Ketua Bidang Ekonomi MUI itu sembari menambahkan, “Dengan mengumpulkan potensi umat, kita bisa sama-sama bangkit dan sama-sama mengahadapi dampak dari Covid-19,” tutur dia.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Aktivis Islam Desak Pemerintah Segera Terbitkan PP Pornografi

Aktivis Islam Desak Pemerintah Segera Terbitkan PP Pornografi

Ketua GNPF MUI Membuka Aksi Bela Islam III

Ketua GNPF MUI Membuka Aksi Bela Islam III

KPAI Minta Pembahasan Raperpres JKN Ditunda Sementara

KPAI Minta Pembahasan Raperpres JKN Ditunda Sementara

DPR: Rencana Trump terkait Yerusalem Kontraproduktif, PBB Harus Tegas

DPR: Rencana Trump terkait Yerusalem Kontraproduktif, PBB Harus Tegas

Jelang Aksi Bela Islam III, Masjid Al-Ittihaad Siap Tampung Jamaah dari Luar Jakarta

Jelang Aksi Bela Islam III, Masjid Al-Ittihaad Siap Tampung Jamaah dari Luar Jakarta

Baca Juga

Berita Lainnya