Kamis, 9 Desember 2021 / 5 Jumadil Awwal 1443 H

Nasional

Polisi Militer AU yang Menginjak Kepala Warga di Merauke Ditahan, TNI AU Minta Maaf

Bagikan:

Hidayatullah.com — Dua anggota Polisi Militer (Pom) TNI AU telah diamankan setelah terekam video amatir diduga sedang menginjak kepala seorang warga di Merauke, Papua. Kejadian ini lantas menjadi viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 1 menit 21 detik itu terlihat seorang anggota Polisi Militer TNI AU sempat menginjak pria yang diamankan sementara seorang anggota lagi memegangi pria.

Berdasarkan informasi yang di dapatkan kejadian itu berawal saat dua anggota Polisi Militer (POM) TNI AU berinisial Serda D dan Prada V hendak membeli makan di rumah makan padang dengan berboncengan menggunakan sepeda motor.

Saat melintas, keduanya melihat ada banyak kerumunan warga di sebuah warung tenda yang menjual bubur ayam. Melihat kerumunan warga, keduanya lantas mengecek kejadian yang tersebut. Dimana saat itu terjadi adu mulut antara seorang pria dengan penjual bubur ayam.

Dua anggota POM TNI AU tersebut lalu mengamankan seorang laki-laki yang saat itu diduga dalam keadaan mabuk. Pria yang diduga mabuk tersebut diduga melakukan pemerasan terhadap pedagang bubur ayam dan juga kepada pemilik rumah makan Padang Pariaman serta kepada pelanggannya dengan cara meminta uang dan menarik narik tangan pelanggan.

Namun, tindakan kedua TNI AU tersebut terlihat cukup keras dan menjatuhkan orang tersebut ke trotoar jalan di depan warung bubur ayam. Tak hanya itu, kepala pria tersebut juga diinjak dengan menggunakan sepatu Laras PDL.

Sontak, video itu menjadi viral di media sosial dan mendapatkan banyak sekali kecaman dari para netizen. Terlebih, pria yang diamankan tersebut merupakan seorang warga asli Papua yang mempunyai kelainan yakni bisu.

Tak ayal, netizen pun meminta kedua anggota TNI AU tersebut diproses hukum seberat-beratnya. Tak hanya itu para netizen yang rata merupakan warga asli Papua mengeluarkan pernyataan yang sangat keras dimana perbuatan kedua oknum anggota Polisi Militer TNI AU tersebut seolah-olah menganggap orang asli Papua seperti binatang buruan.

Menyikapi insiden salah paham antara dua anggota Pomau Lanud JA Dimara Merauke dan warga di sebuah warung makan, di Merauke, Senin (27/07/2021). TNI AU lewat Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah menyatakan penyesalan dan permohonan maaf.

Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah menjelaskan, insiden tersebut diawali oleh keributan seorang warga yang diduga mabuk dengan pemilik warung. Dimana dua anggota Pomau datang bermaksud melerai namun terjadi kesalahpahaman sehingga terjadi insiden tersebut.

“Kini kasusnya dalam penanganan petugas Lanud J.A Dimara Merauke. Kedua oknum anggota Pomau Lanud Merauke, kini sudah ditahan dan dalam pengawasan Komandan Lanud J.A Dimara Merauke,” kata Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah.

Proses penyidikan, kata Marsma TNI AU itu, sedang dilakukan oleh Pomau Lanud J.A Dimara Merauke. “TNI AU tidak segan-segan menghukum sesuai tingkat kesalahannya,” tandas Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Menlu RI Kunjungi Kamp Pengungsi Palestina di Yordania

Menlu RI Kunjungi Kamp Pengungsi Palestina di Yordania

UAS Berharap Ada Tindakan Hukum atas Penolaknya

UAS Berharap Ada Tindakan Hukum atas Penolaknya

MUI Muslimah

MUI: Umat Islam Perlu Banyak Kembangkan Bidang Kewirausahaan Muslimah

UNHCR Diingatkan, Masalah Rohingya Belum Tuntas dengan Penampungan

UNHCR Diingatkan, Masalah Rohingya Belum Tuntas dengan Penampungan

Serangan Rusia Mempertegas Pelanggaran Kejahatan Perang

Serangan Rusia Mempertegas Pelanggaran Kejahatan Perang

Baca Juga

Berita Lainnya