Jum'at, 22 Oktober 2021 / 15 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Gubernur Babel Puji Respon Cepat Polisi Ringkus Predator Anak di Masjid

istimewa
[Ilustrasi]
Bagikan:

Hidayatullah.com — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan mengecam pelaku asusila terhadap anak yang sedang shalat di masjid sehingga meresahkan masyarakat di daerah ini. Ia sangat prihatin dan mengecam pelaku kejahatan predator anak yang beberapa waktu lalu beraksi di Kepulauan Bangka Belitung.

“Saya mengapresiasi kepolisian yang berhasil menangkap pelaku kejahatan asusila terhadap anak di rumah ibadah,” kata Gubernur di Pangkalpinang, Sabtu (24/7/2021).

Meski demikian, dirinya bersyukur sekaligus mengapresiasi kesigapan dan kerja keras Tim Naga Polres Pangkalpinang yang berhasil menangkap pelaku. “Pelaku kejahatan asusila di tempat ibadah yang sempat viral beberapa waktu lalu sudah ditangkap untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.

Menurut dia, predator semacam ini merupakan ancaman terhadap anak-anak dan terus mengintai di masyarakat kapan pun dan di mana pun. Untuk itu, semua pihak diminta waspada dan bersinergi, salah satunya dengan membangun karakter anak.

“Kejadian ini tentunya membuat kita prihatin karena ternyata masih banyak predator anak berkeliaran di daerah ini,” katanya dikutip laman Antara News.

Ia berharap Tim Naga Polres Pangkalpinang dapat terus menelusuri kasus-kasus serupa agar ke depan dapat melindungi anak-anak dari kejahatan seksual yang selalu mengintai mereka. “Artinya, tim ini saya yakini insya Allah yang terbaik dan menjadi andalan Polres Pangkalpinang, dan saya harap tim ini bisa menjadi contoh dan teladan bagi satuan lain dalam memberikan perlindungan bagi hak-hak anak,” ujarnya.

Kapolres Pangkalpinang, AKBP Tris Lesmana Zeviansyah mengungkap berbagai tindak pidana yang melibatkan anak di daerah ini, baik itu sebagai pelaku maupun korban. Namun yang membuat miris adalah saat anak menjadi korban.

Seperti kasus yang baru-baru ini terjadi, kata dia, yang awalnya hanya tindak kekerasan pada anak, namun setelah ditelusuri terungkap bahwa di sana ada kasus asusila maupun penggunaan narkotika. “Besar kemungkinan anak-anak yang menjadi korban akan mengalami trauma sehingga mereka bisa menjadi pelaku serupa pada masa mendatang sehingga kami  tidak saja menangkap pelaku namun melakukan prosedur penanganan yang komprehensif,” katanya.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

KPAI Bantah Ada 55 Orang Anak Korban Vaksin Meninggal

KPAI Bantah Ada 55 Orang Anak Korban Vaksin Meninggal

Komnas HAM: Penggerebekan Sukoharjo Terindikasi Melanggar Hukum

Komnas HAM: Penggerebekan Sukoharjo Terindikasi Melanggar Hukum

Ketua Umum PBNU Positif Covid-19

Ketua Umum PBNU Positif Covid-19

KontraS Pelayanan Virtual Police

KontraS Buka Pelayanan Pengaduan Korban Virtual Police

maulid nabi pks

Penyelenggaran Haji tahun 2021 Gagal Terealisasi, PKS: Menag Harus Bertanggung Jawab

Baca Juga

Berita Lainnya