Kamis, 22 Juli 2021 / 12 Zulhijjah 1442 H

Nasional

Pemerintah Ganti Istilah PPKM Darurat Jadi Level, Dari 1 Hingga 4

ppkm darurat
kendaraan-militer-ppkm-darurat
Bagikan:

Hidayatullah.com — Pemerintah telah mengganti istilah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali dengan level 3-4 sejak 21 Juli 2021. Hal ini tertuang dalam instruksi Mendagri nomor 22 tahun 2021. Dalam Inmendagri itu pemerintah juga menetapkan sejumlah kabupaten/kota di Jawa dan Bali masuk ke dalam PPKM level 3 dan 4.

“Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia yang menginstruksikan agar melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 (empat) Corona Virus Disease (Covid-19) di wilayah Jawa dan Bali sesuai dengan kriteria level situasi pandemi berdasarkan assesmen dan untuk melengkapi pelaksanaan Instruksi Menteri Dalam Negeri mengenai Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro serta mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19, berkenaan dengan hal tersebut diinstruksikan,” tulis Inmendagri tersebut, dikutip Hidayatullah.com Rabu (21/07/2021).

Penetapan level wilayah mengacu kepada indikator penyesuaian upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial dalam penanggulangan pandemi Covid-19 yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan.

Dalam Inmendagri tersebut, pemerintah juga telah menetapkan aturan main bagi wilayah yang masuk ke dalam PPKM level 3 dan 4. Misalnya, pembelajaran sekolah dilakukan secara daring. Perkantoran non essensial diberlakukan kerja dari rumah. Kantor pelayanan publik non esensial boleh dibuka dengan kapasitas 25 persen saja.

Presiden Jokowi mengumumkan penerapan PPKM diperpanjang hingga 25 Juli 2021. Namun berbeda dengan sebelumnya, sejumlah pelonggaran dilakukan untuk beberapa sektor.

Jokowi menjelaskan penerapan PPKM Darurat pada tanggal 03 Juli lalu adalah kebijakan yang tidak bisa dihindari dan harus diambil pemerintah meskipun sangat berat.

“Ini dilakukan untuk menurunkan penularan Covid-19, dan mengurangi kebutuhan masyarakat untuk pengobatan di Rumah Sakit. Sehingga tidak membuat lumpuhnya rumah sakit lantaran over kapasitas pasien Covid-19 serta agar layanan kesehatan untuk pasien dengan penyakit kritis lainnya tidak terganggu dan terancam nyawanya,” ujarnya.

Selama PPKM Darurat berlangsung, Jokowi mengaku selalu memantau dan memahami dinamika di lapangan, dan mendengar suara-suara masyarakat terdampak PPKM. “Karena itu, jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021, pemerintah akan melakukan pembukaan bertahap,” tukasnya.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Bantu Rajin Ibadah, YMN Bangun Toilet Sehat di Masjid dan Mushollah

Bantu Rajin Ibadah, YMN Bangun Toilet Sehat di Masjid dan Mushollah

PBNU Minta Pemerintah Tak Biarkan Serangan Sekutu

PBNU Minta Pemerintah Tak Biarkan Serangan Sekutu

Majelis Hakim Tolak Nota Keberatan Terdakwa Ahok

Majelis Hakim Tolak Nota Keberatan Terdakwa Ahok

Anies: 2 Tahun Jakarta dan Bang Japar Alami Kemajuan

Anies: 2 Tahun Jakarta dan Bang Japar Alami Kemajuan

Komitmen Komnas Perempuan dalam Perlindungan Anak Dipertanyakan

Komitmen Komnas Perempuan dalam Perlindungan Anak Dipertanyakan

Baca Juga

Berita Lainnya