Kamis, 9 Desember 2021 / 4 Jumadil Awwal 1443 H

Nasional

Menag Yaqut: Jangan Mudik Idul Adha dan Patuhi Edaran PPKM Darurat

Haji 2021
Bagikan:

Hidayatullah.com — Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meminta masyarakat untuk membatasi mobilitas dan tidak mudik Idul Adha. Hal ini dikarenakan kasus positif Covid-19 meningkat tajam. Satgas Penanganan Covid-19 mencatat angka kasus positif harian sudah menyentuh 56.000 lebih pada 15 Juli 2021. Termasuk sudah menyasar klaster keluarga.

“Kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk menjaga diri dan membatasi kegiatan sangat penting dalam mencegah penyebaran Covid-19, terlebih dengan adanya varian Delta,” ujar Menag Yaqut di Jakarta, Jumat (16/07/2021) seperti melansir situs resmi Kemenang.

“Kami minta masyarakat bersabar dan tidak mudik Idul Adha tahun ini. Lindungi diri, keluarga dan orang di sekitar kita dari bahaya virus Covid-19,” sambungnya.

Pemerintah sendiri telah menetapkan awal Zulhijjah 1442 H bertepatan 11 Juli 2021, sehingga Hari Raya Idul Adha jatuh pada 20 Juli 2021. “Tetap di wilayah masing-masing. Jaga kesehatan diri. Kurangi mobilitas, dan saya minta sekali lagi jangan mudik Idul Adha 1442 H,” tutur Yaqut.

Yaqut mengatakan mudik Idul Adha dalam kondisi pandemi berpotensi membahayakan jiwa, bisa menjadi sarana penyebaran Covid-19. Sementara menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan, adalah kewajiban bersama.

“Larangan mudik Iduladha karena pemerintah ingin melindungi seluruh warga negara agar terjaga dari penularan Covid-19,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yaqut berharap masyarakat mematuhi surat edaran Menag No SE 17 tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di tempat Ibadah, Malam Takbiran, Salat Idul Adha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban 1442 H/2021 M di Wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Yaqut menegaskan ada tiga poin pokok yang diatur dalam SE 17/2021. Pertama, kegiatan peribadatan di rumah ibadah semua agama yang berada pada wilayah Zona PPKM Darurat, ditiadakan sementara. Kedua, penyelenggaraan malam takbiran di masjid/musala, takbir keliling, serta penyelenggaraan Salat Iduladha di masjid/musala yang berada pada wilayah Zona PPKM Darurat, ditiadakan sementara.

Ketiga, lanjut Menag, SE 17/2021 mengatur petunjuk teknis pelaksanaan kurban. Misalnya, dilakukan sesuai syariat Islam dalam rentang waktu yang tersedia (11 – 13 Zulhijjah) agar tidak terjadi kerumunan. Pemotongan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia atau di luar RPH-R dengan menerapkan protokol kesehatan, baik petugas maupun pihak berkurban, serta memastikan kebersihan alat.

“Edaran ini dibuat dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19 dan memberi rasa aman masyarakat dalam penyelenggaraan malam takbiran, Salat Idul Adha, serta pelaksanaan kurban,” ungkapnya.

Kementerian Agama juga menerbitkan edaran No SE 16 tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Malam Takbiran, Salat Idul Adha, dan Pelaksanaan Qurban 1442 H di luar wilayah PPKM. Edaran ini terbit untuk tujuan sama, memutus rantai penularan Covid dan memberi rasa aman kepada masyarakat.

Karenanya, kata Yaqut, meski di luar wilayah PPKM Darurat, penyelenggaraan malam takbiran dan Salat Iduladha hanya dapat diselenggarakan pada masjid/musala dengan status zona risiko penyebaran Covid-19 nya zona hijau dan kuning. Itu pun harus menerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin 5M.

“Untuk zona merah dan oranye, meski berada di luar wilayah PPKM Darurat, takbiran dan Salat Idul Adha di rumah,” tandasnya.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Dipo Alam Bergidik Lihat Kedekatan TNI-FPI Saat Tsunami Aceh: Musuh Tentara Bukan HRS Tapi Komunis

Dipo Alam Bergidik Lihat Kedekatan TNI-FPI Saat Tsunami Aceh: Musuh Tentara Bukan HRS Tapi Komunis

PAHAM: Perlu Kejelasan Kewenangan Pengelolaan Rutan Mako Brimob

PAHAM: Perlu Kejelasan Kewenangan Pengelolaan Rutan Mako Brimob

M. Thalib: Jihad Bukan Terorisme

M. Thalib: Jihad Bukan Terorisme

KH. Cholil Ridwan: Ulama Harus Sadarkan Umat Pentingnya Politik

KH. Cholil Ridwan: Ulama Harus Sadarkan Umat Pentingnya Politik

Kasus Ibu Nuril: Jangan Sampai Hukum Kehilangan Hakikatnya

Kasus Ibu Nuril: Jangan Sampai Hukum Kehilangan Hakikatnya

Baca Juga

Berita Lainnya