Kamis, 9 Desember 2021 / 5 Jumadil Awwal 1443 H

Nasional

Kemenag Ajak Umat Islam Rayakan Idul Adha 1442 H dengan Prokes Ketat Demi Maslahat Umat

Idul Adha prokes
Idul Adha prokes
Bagikan:

Hidayatullah.com — Kementerian Agama (Kemenag) mengajak umat Islam di Indonesia dapat merayakan Hari Raya Idul Adha 1422 H dengan disiplin protokol kesehatan (prokes) ketat, di tengah lonjakan jumlah kasus positif Covid-19 yang mencapai rekor 50 ribu.

Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag, M Fuad Nasar menjelaskan prokes yang dimaksud mencakup tata cara pelaksanaan ibadah dan ritual Idul Adha yang dapat memicu kerumunan massa. Hal tersebut menyusul kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, khususnya di Pulau Jawa dan Bali.

“Marilah kita rayakan Hari Raya Idul Adha ini dengan disiplin dan prokes ketat. Hendaknya ibadah kita semua akan membawa kemaslahatan bagi seluruh umat dan kita dapat segera melalui pandemi Covid-19 ini,” tutur Fuad dalam keterangan acara webinar yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu (14/07/2021).

Fuad merinci berbagai kegiatan ibadah dan ritual antara lain seperti peniadaan takbiran, peniadaan Shalat Idul Adha berjemaah, hingga tata cara penyembelihan hewan kurban. Pemerintah berharap semua pihak dapat bersama-sama menjamin tidak terjadi kerumunan saat prosesi penyembelihan qurban.

Untuk takbiran dan Shalat Idul Adha, Kemenag telah mengeluarkan surat edaran yang melarang pelaksanaan takbiran baik di mesjid, musala, maupun takbiran keliling. Juga meniadakan Salat Idul Adha baik di masjid dan musala yang dikelola masyarakat, instansi, maupun perusahaan. “Untuk daerah non PPKM Darurat kegiatan dapat dilakukan dengan protokol kesehatan ketat,”ujarnya.

Tokoh Masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam, Tengku Faisal Ali menambahkan, pelaksanaan ibadah dan ritual Hari Raya Idul Adha bergantung pada kondisi masyarakat masing-masing daerah. Sebagai contoh, proses penyembelihan hewan qurban akan berbeda dari satu daerah dengan daerah lainnya karena alasan kearifan lokal.

Meski begitu, dirinya sepakat bahwa semua elemen masyarakat harus memiliki semangat yang sama untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Tanah Air.

“Untuk masyarakat Aceh sendiri, ada satu daerah di mana daging kurban sudah mulai dibawa pada saat masyarakat bersilaturahim. Untuk kondisi demikian, sangat dimungkinkan pengaturan distribusi daging kurban agar meniadakan kerumunan. Namun untuk daerah terpencil, dimana transportasi menjadi kendala, maka mau tidak mau panitia akan memanggil para pihak yang berhak, untuk menerima daging kurban di lokasi penyembelihan. Di sinilah diperlukan pengaturan yang ketat agar masyarakat tidak berkerumun,” kata Faisal.

Rep: Admin Hidcom
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

DKI Raih Penghargaan AP2I Terbaik, Anies: Kami Baru Setahun

DKI Raih Penghargaan AP2I Terbaik, Anies: Kami Baru Setahun

Indonesia Tetap Berkomitmen Tolak Legalisasi Ganja

Indonesia Tetap Berkomitmen Tolak Legalisasi Ganja

LDII Sesalkan Pihaknya Dituduh Sesat

LDII Sesalkan Pihaknya Dituduh Sesat

Pemprov DKI Gelar Pernikahan Massal dan Itsbat Nikah 631 Pasang

Pemprov DKI Gelar Pernikahan Massal dan Itsbat Nikah 631 Pasang

Tatapan Pertama & Terakhir Ustadz Abdul Somad dengan Habibie

Tatapan Pertama & Terakhir Ustadz Abdul Somad dengan Habibie

Baca Juga

Berita Lainnya