Sabtu, 4 Desember 2021 / 28 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Soal Layanan Vaksinasi Berbayar di Kimia Farma, DPR Minta Pemerintah Beri Penjelasan

vaksin-covid-19-gaza Antara
[Ilustrasi]
Bagikan:

Hidayatullah.com — Kabar PT Kimia Farma membuka layanan vaksinasi individu atau mandiri menjadi sorotan publik. Sebab vaksin gotong royong itu kini diperjualbelikan. Sebelumnya, program vaksin itu dimaksudkan untuk perusahaan agar bisa mempercepat vaksinasi Covid-19 kepada pekerjanya. Diketahui, layanan vaksinasi berbayar itu akan dimulai hari ini, Senin (12/07/2021).

Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Daulay mengatakan selama ini belum pernah mendengar rencana vaksin gotong royong dijual untuk individu. Menurutnya vaksin gotong royong itu dibiayai perusahaan sebagai wujud tanggung jawab sosial.

Karenanya, Politisi PAN ini meminta pemerintah memberikan penjelasan terkait kebijakan tersebut. Masyarakat seharusnya tidak dipungut biaya untuk melakukan vaksinasi. Dia khawatir terjadi komersialisasi vaksin.

“Kalau dijual bebas seperti itu, apa nanti malah tidak akan terjadi komersialisasi? Bukankah vaksinasi itu semestinya gratis? Ini yang saya kira perlu diperjelas,” ujar Saleh Daulay dalam keterangannya, Senin (12/07/2021).

Saleh juga meminta penjelasan bagaimana mekanisme vaksinasi vaksin gotong royong untuk individu. Seperti siapa yang menjadi vaksinator hingga bagaimana pengawasan vaksinasi ini.

“Harus diakui bahwa KIPI masih selalu ada. Itu perlu diawasi dan dimonitor. Nah, apakah mekanisme pembelian vaksin di Kimia Farma ini juga akan dievaluasi dan diawasi? Bagaimana koordinasinya dengan komnas/komda KIPI?,” terangnya.

Sebagaimana dinyatakan oleh Wakil Menteri BUMN Pahala N. Mansury, bahwa Vaksinasi Gotong Royong (VGR) Individu dapat mempercepat pembentukan kekebalan komunal (herd immunity) sehingga pemulihan perekonomian nasional dapat berjalan lebih cepat.

“Kimia Farma sebagai bagian dari Holding BUMN Farmasi berkomitmen untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan seluruh pihak untuk mempercepat vaksinasi nasional baik melalui Vaksinasi Gotong Royong Perusahaan maupun Individu,” ujarnya saat meninjau pelaksanaan VGR Individu di Klinik Kimia Farma, Sabtu (10/07/2021)

Diketahui, masyarakat yang mau vaksinasi mandiri di Kimia Farma dikenakan tarif sebesar Rp 321.660 per dosis vaksin. Atau Rp 879.140 untuk dua kali vaksinasi sesuai anjuran pemerintah. Biaya tersebut terdiri dari harga vaksin Rp 643.320 untuk dua dosis dan tarif vaksinasi Rp 235.820 untuk dua kali penyuntikan.

Vaksinasi Gotong Royong individu ini sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 19 Tahun 2021 tentang perubahan atas Permenkes No. 10/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Pemuda Muhammadiyah Bantah Siyono Pernah Diautopsi

Pemuda Muhammadiyah Bantah Siyono Pernah Diautopsi

Puting Beliung Bogor, 50 Rumah dan 6 Kendaraan Rusak

Puting Beliung Bogor, 50 Rumah dan 6 Kendaraan Rusak

Aktivis Muslim Kutuk Aksi Brutal Satpol PP

Aktivis Muslim Kutuk Aksi Brutal Satpol PP

Wantim MUI Imbau Paslon Hindari Politisasi Agama pakai Isu Khilafah

Wantim MUI Imbau Paslon Hindari Politisasi Agama pakai Isu Khilafah

46 Kiai NU Berpengaruh Keluar Dari PKB

46 Kiai NU Berpengaruh Keluar Dari PKB

Baca Juga

Berita Lainnya