Kamis, 2 Desember 2021 / 26 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Menkominfo Gandeng Kepolisian, setelah Ada Game Ajak Hancurkan Bangunan Mirip Ka’bah

fortnite ka'bah
Bagikan:

Hidayatullah.com–Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan pihaknya mengkaji konten video dalam game daring Fortnite yang memuat ikon mirip Ka’bah. Fortnite adalah sebuah permainan video tahun 2017 yang dikembangkan oleh Farga Corporation yang dirilis sebagai paket perangkat lunak terpisah yang menyajikan berbagai mode permaina

“Merespon beredarnya video dalam game daring Fortnite yang memuat ikon yang dinilai mirip Ka’bah, Kementerian Kominfo telah mengkaji konten yang dimaksud,” ujar Johnny dikutip laman Antara News, Selasa (6/7/2021).

Johnny mengatakan, berdasarkan hasil penelusuran, konten tersebut dipublikasikan pada 17 Februari 2019 di kanal Youtube.  Adapun pihak Fortnite, kata Johnny, telah mengklarifikasi bahwa elemen yang termuat dalam video tersebut merupakan user generated content (UGC) yang dibuat oleh pengguna dalam bentuk “Creativity Mode”.

Untuk menindaklanjuti beredarnya konten tersebut, Johnny mengatakan Kementerian Kominfo telah menggandeng pihak kepolisian. “Kementerian Kominfo sedang berkoordinasi kepada Kepolisian Republik Indonesia untuk menelusuri dan menindak pelaku yang mengkreasi konten tersebut,” ujar Johnny.

Johnny menegaskan Kementerian Kominfo terus mendalami dan menelusuri konten terkait dan akan melakukan penindakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku jika ditemukan pelanggaran di ruang digital.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno menginstruksikan jajarannya untuk mengkaji kemudian memblokir game “Fortnite” agar tidak dimainkan oleh anak-anak.

Dikutip melalui keterangannya pada Senin (5/7/2021), salah satu hal yang mempengaruhi keputusan tersebut, adalah “Fortnite” mewajibkan pemainnya untuk menghancurkan sebuah bangunan mirip Ka’bah.  Selain itu, alasan lainnya adalah karena “Fortnite” secara langsung bertentangan dengan nilai-nilai luhur, khususnya keagamaan. Permainan itu pun dinilainya dapat memicu perilaku tidak menghormati antar umat beragama, mendorong aksi kekerasan dan berpotensi penistaan agama.

“Lima kali sehari minimal kita menghadap Ka’bah, dari mana pun kita di dunia untuk menunaikan salat wajib atau salat sunnah. Dan di game ini saya diberitahu bahwa ada Ikon yang dinilai mirip Ka’bah yang harus dihancurkan untuk mendapatkan senjata baru dan naik ke level berikutnya,” kata Menteri Sandiaga.  “Ini yang menurut saya sangat bertentangan dengan nilai-nilai luhur, terutama dari segi keagamaan, termasuk kerukunan beragama, ini suatu hal yang sangat sensitif,” imbuhnya.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Jusuf Kalla Buka Silatnas Hidayatullah

Jusuf Kalla Buka Silatnas Hidayatullah

SHAM FM, Jadikan Radio Sebagai Sarana Dakwah

SHAM FM, Jadikan Radio Sebagai Sarana Dakwah

Masjid Al-Aqsha Ditutup Israel, AFMY: Umat Islam Wajib Lakukan Konsolidasi Besar-besaran

Masjid Al-Aqsha Ditutup Israel, AFMY: Umat Islam Wajib Lakukan Konsolidasi Besar-besaran

Majelis Az-Zikra Ajak Umat Islam Pasang Spanduk Tolak Syiah

Majelis Az-Zikra Ajak Umat Islam Pasang Spanduk Tolak Syiah

Hati-Hati Revolusi Seksual melalui RUU KKG

Hati-Hati Revolusi Seksual melalui RUU KKG

Baca Juga

Berita Lainnya