Jum'at, 22 Oktober 2021 / 15 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Tausyiah MUI: Para Ulama di Daerah untuk Menghentikan Sementara Ibadah Massal di Masjid

Tausyiah MUI terkait ibadah selama Covid-19
Bagikan:

Hidayatullah.com—Majelis Ulama Indonesia meminta para ulama di daerah yang tingkat persebaran Covid-19 tinggi untuk menghentikan sementara (tawaqquf) aktivitas peribadatan massal di masjid sampai situasi dan kondisi betul-betul terkendali. Ajakan itu sejalan dengan isi Fatwa MUI nomor 14 Tahun 2020 Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19.

“Jika instansi yang berwenang menetapkan suatu kawasan sebagai daerah yang tinggi penyebaran Covid-19 dan dirasa perlu untuk diberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat secara ketat, para ulama dan pengurus masjid setempat dapat menganjurkan umat Islam mengambil rukhshah (dispensasi) yaitu melaksanakan ibadah bersama keluarga inti di rumah masing-masing, ” bunyi taushiyah MUI yang ditandatangani Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar dan Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan, dan diedarkan Jumat (2/7/2021).

Dalam tausiyah itu, MUI juga mengingatkan agar pandemi ini menjadi momentum umat Islam menunjukkan keindahan ajaran Islam. Ulama bisa mendorong itu dengan menjadikan Masjid sebagai lokomotif Penyadaran Masyarakat tentang pentingnya gerakan bersama mengulangi Covid-19.

“Antara lain dengan menegakkan disiplin penegakan secara ketat protokol kesehatan di Masjid, seperti memakai masker, menjaga jarak antar jamaah, mencuci tangan dan rutin tes suhu tubuh sebelum masuk masjid, membawa alat ibadah dari rumah, dan mempersingkat setiap amalan ibadah di Masjid, ” bunyi taushiyah itu.

Selain itu, MUI ingin masjid menjadi pelopor lahirnya solidaritas umat untuk saling menjaga dan membantu. Misalnya, masjid digunakan untuk mengkoordinasikan donasi ke lingkungan sekitar yang terdampak Covid-19. “Sehingga kebutuhan harian anggota masyarakat yang terkena Covid-19 bisa terpenuhi, termasuk masyarakat yang sedang melaksanakan isolasi mandiri. Melalui masjid, kita gerakkan semangat saling bantu memenuhi kebutuhan pokok untuk yang kurang mampu,” bunyi taushiyah itu.

MUI juga tidak hentinya mengajak umat untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Umat diajak meningkatkan keimanan, ketaqwaan, keikhlasan serta berdzikir, dan bermunajat kepada Allah SWT agar pandemi lekas berakhir.

Terakhir, dalam taushiyah itu, MUI menyerukan kepada pemerintah agar tidak ragu dan harus tegas menghentikan Covid-19. Ketegasan pemerintah itu sangat dibutuhkan untuk menjaga kepatuhan masyarakat sehingga pandemi Covid-19 lekas berakhir. *

 

Rep: Ahmad
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Santri Bandung Turun Jalan, Bela Muslim Muslim Rohingya

Santri Bandung Turun Jalan, Bela Muslim Muslim Rohingya

Pembakaran Warga, Diduga Dampak Sering Absennya Penegakan Hukum

Pembakaran Warga, Diduga Dampak Sering Absennya Penegakan Hukum

Kemenag Tegaskan Penyelenggara Haji Tetap di Tangan Pemerintah

Kemenag Tegaskan Penyelenggara Haji Tetap di Tangan Pemerintah

Baleg DPR Sayangkan Draf RUU Cipta Kerja Beredar di Medsos Karena Belum Final dan Perlu Revisi

Baleg DPR Sayangkan Draf RUU Cipta Kerja Beredar di Medsos Karena Belum Final dan Perlu Revisi

Menag Minta Tak Menyegel Sekolah dan Masjid Ahmadiyah

Menag Minta Tak Menyegel Sekolah dan Masjid Ahmadiyah

Baca Juga

Berita Lainnya