Ahad, 26 September 2021 / 18 Safar 1443 H

Nasional

Aparat Bandung Amankan 8 Orang Diduga terlibat ‘Aliran Sesat’ dan Mengaku Rasul

Aliran Sesat
Bagikan:

Hidayatullah.com–Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung mengamankan delapan orang yang diduga membuka pusat pendidikan agama dengan aliran sesat di Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat. Menurut Kepala Satreskrim Polrestabes Bandung AKBP Adanan Mangopang, mereka diamankan setelah adanya sejumlah warga yang mendatangi lokasi pendidikan itu yang berada di Kelurahan Cijawura.

“Kita mengamankan delapan orang pengurus yayasan tersebut dalam arti kita untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi friksi atau gesekan antara warga dengan pengurus yayasan atau jamaah yayasan Baiti Jannati ini,” kata Adanan di Polrestabes Bandung, Kamis (24/6/2021) seperti dikutip dari Antara News.

Adanan mengatakan para warga mendatangi lokasi itu pada Rabu (23/6/2021) malam, karena warga menduga yayasan tersebut mengajarkan aliran agama yang tak sesuai dan menuntut untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di lingkungan itu. Setelah adanya laporan itu, menurutnya tim dari Polsek Buahbatu, Dalmas, dan Sabhara mendatangi lokasi guna mengantisipasi adanya perselisihan antara warga dan kelompok tersebut.

“Memang sudah banyak, namun bisa kita redam emosi warga untuk tidak melakukan perbuatan yang dapat merugikan atau perbuatan melawan hukum,” kata dia.

Menurut Adanan, kedelapan orang itu berperan sebagai ketua, wakil ketua, hingga staf-staf lainnya yang tergabung dalam organisasi itu. Kini, kata Adanan, mereka tengah diperiksa di Kantor Satreskrim.
“Kalau memang ini nanti memenuhi unsur pidana penistaan terhadap agama tentu saja kita akan berproses,” ucap Adanan menegaskan.

Mengaku Rasul

Mengutip laman Pikiran-Rakyat.com, salah seorang pimpinan dari sekolah agama tersebut bahkan mengaku sebagai rasul. Menurut Camat Buahbatu, Edi Juhendi, pihak kecamatan dibantu kepolisian dan MUI setempat sudah menggelar pertemuan terkait masalah ini.

“Jadi meski belum keluar fatwa secara resmi, MUI Kecamatan Buahbatu menyatakan aliran tersebut sesat,” katanya saat diwawancarai via ponselnya pada Kamis 24 Juni 2021.

Edi juga menjelaskan berdasarkan keterangan dari MUI Buahbatu, lembaga tersebut dipastikan sesat. Ini karena pimpinan lembaga pendidikan tersebut sudah mengaku sebagai rasul.

“Terdapat juga perbedaan pelaksanaan ibadah oleh aliran tersebut,” ucapnya meski tidak secara rinci menjelaskan apa perbedaan yang dimaksud.

Dalam proses penegakan hukum, menurut Adanan, Satreskrim bekerja sama dengan MUI Jawa Barat, dan aparatur kewilayahan setempat. Adanan mengatakan aktivitas kelompok tersebut berpotensi melanggar Pasal 165 A KUHP tentang penodaan agama. Namun, menurutnya tim penyidik masih memroses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kita profesional tidak akan mendiskreditkan suatu kelompok atau golongan masyarakat tertentu, akan kita proses sesuai ketentuan hukum,” ujarnya. *

Rep: Admin Hidcom
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

1.649 Rumah Warga Hanyut Dampak Banjir Lebak

1.649 Rumah Warga Hanyut Dampak Banjir Lebak

Dikunjungi Kiai Ma’ruf, PP Muhammadiyah Tegaskan Tak Dukung Calon Manapun

Dikunjungi Kiai Ma’ruf, PP Muhammadiyah Tegaskan Tak Dukung Calon Manapun

MUI: Produk Farmasi dan Obat-obatan Harus Halal

MUI: Produk Farmasi dan Obat-obatan Harus Halal

Vietnam Bidik Pasar Halal Indonesia

Vietnam Bidik Pasar Halal Indonesia

Menag: Indonesia-Arab Saudi Dipertautkan Hubungan Spiritual-Keagamaan

Menag: Indonesia-Arab Saudi Dipertautkan Hubungan Spiritual-Keagamaan

Baca Juga

Berita Lainnya