Jum'at, 22 Oktober 2021 / 15 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Ma’ruf Amin: Tidak Ada Agama yang Ajarkan Teror dan Tindakan Ekstrem

Setwapres
Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin dalam sambutannya pada acara Hari Bahasa Arab Sedunia yang digelar secara virtual, Jumat (18/12/2020).
Bagikan:

Hidayatullah.com–Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebutkan tidak ada satu agama pun yang mengajarkan penganutnya untuk bertindak ekstrem dan menyebarkan teror.

“Saya juga ingin menegaskan kembali bahwa tidak ada satu pun agama yang mengajarkan penganutnya untuk melakukan ekstremisme dan terorisme. Semua ajaran agama menolak terorisme, apa pun alasannya,” kata Wapres Ma’ruf di Hotel Shangri-la Jakarta, Rabu(16/6).

Wapres menyampaikan bahwa tindakan ekstrem dan teror yang mengatasnamakan agama merupakan perbuatan yang berlebihan.

“Terorisme bukanlah jihad yang sifatnya melakukan perbaikan atau ishlah, karena karakter dasar terorisme adalah merusak, ifsad,” tegas Wapres.

Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, lanjut Wapres, negara dibentuk untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Oleh karena itu, Pemerintah memiliki mandat, komitmen dan dasar hukum yang kuat untuk melakukan pencegahan dan penindakan dalam rangka pemberantasan tindak pidana terorisme, jelasnya.

“Presiden (Joko Widodo) pun pada akhir Maret lalu juga menegaskan bahwa terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan tidak ada kaitannya dengan agama apa pun,” kata Wapres dilansir Antara (16/06/2021).

Wapres Ma’ruf Amin menghadiri acara peluncuran pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) Tahun 2020-2024 di Hotel Shangri-la Jakarta, Rabu.

Acara tersebut diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan dihadiri pula oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD dan Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar.

Boy mengatakan Perpres tersebut memberikan ruang bagi seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme.

“Faktor pemicu ekstremisme berbasis kekerasan, yang mengarah pada terorisme, tidak pernah tunggal dan tidak semua ruang di masyarakat bisa dimasuki oleh aktor negara, sehingga Perpres ini memfasilitasi,” ujarnya.*

Rep: Ahmad
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Perlindungan Jamaah Umroh Harus Dikuatkan dalam Undang-undang

Perlindungan Jamaah Umroh Harus Dikuatkan dalam Undang-undang

Hasyim: Pelaksanaan Haji 1432 H Lebih Baik

Hasyim: Pelaksanaan Haji 1432 H Lebih Baik

TPM Kemungkinan Tidak Bisa Dampingi Umar Patek

TPM Kemungkinan Tidak Bisa Dampingi Umar Patek

letjen dudung

PBNU Bela Republika: LGBT Memang Ancaman Serius

Walikota Padang Beri Penghargaan Pelajar yang Shalat Subuh Berjamaah Selama 40 Hari

Walikota Padang Beri Penghargaan Pelajar yang Shalat Subuh Berjamaah Selama 40 Hari

Baca Juga

Berita Lainnya