Jum'at, 17 September 2021 / 10 Safar 1443 H

Nasional

Kasus Covid-19 Naik Signifikan, Menag Terbitkan Edaran Pembatasan Kegiatan di Rumah Ibadah

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas: Tidak ada dispensasi khusus kepada santri dalam kebijakan pelarangan mudik lebaran tahun ini
Bagikan:

Hidayatullah.com–Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan surat edaran (SE) untuk membatasi kegiatan di rumah ibadah menyusul melonjaknya kasus virus corona (Covid-19). Salah satu poin dalam SE itu adalah kegiatan keagamaan di daerah zona merah untuk sementara ditiadakan.

Melalui Surat Edaran No SE 13 Tahun 2021 tentang Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah itu, Menag berharap umat beragama tetap bisa menjalankan aktivitas ibadah sekaligus terjaga keselamatan jiwanya dengan cara menyesuaikan kondisi terkini di wilayahnya.

“Saya telah menerbitkan surat edaran, sebagai panduan upaya pencegahan, pengendalian, dan pemutusan mata-rantai penyebaran Covid-19 di rumah ibadah,” ujar Menag Yaqut di Jakarta, Rabu (16/06/2021).

Menag menjelaskan, untuk kegiatan keagamaan di daerah zona merah, untuk sementara ditiadakan sampai wilayah tersebut dinyatakan aman dari Covid-19. Penetapan perubahan wilayah zona dilakukan pemerintah daerah masing-masing.

“Kegiatan sosial keagamaan dan kemasyarakatan, seperti pengajian umum, pertemuan, pesta pernikahan, dan sejenisnya di ruang serbaguna di lingkungan rumah ibadah juga dihentikan sementara di daerah zona merah dan oranye sampai kondisi memungkinkan,” ujar Yaqut.

Menag menandaskan, kegiatan peribadatan di rumah ibadah di daerah yang dinyatakan aman dari penyebaran Covid-19, hanya boleh dilakukan warga lingkungan setempat dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Untuk teknis pelaksanaannya, Kementerian Agama sudah mengatur hal tersebut melalui Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE 1 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Protokol Penanganan Covid-19 pada Rumah Ibadah.

Kepada jajarannya di tingkat pusat, Menag juga minta untuk melakukan pemantauan pelaksanaan surat edaran ini secara berjenjang. Demikian juga para Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan, Penyuluh Agama, Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Keagamaan, dan pengurus rumah ibadat juga diinstruksikan melakukan pemantauan.

“Lakukan koordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah dan Satuan Tugas Covid-19 setempat,” tuturnya.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Muhammadiyah Bireuen Persilakan Kalangan Aswaja Tempuh Jalur Hukum

Muhammadiyah Bireuen Persilakan Kalangan Aswaja Tempuh Jalur Hukum

Perkembangan Peradaban Bangsa Berkaitan Dengan Tingkat Budaya Baca

Perkembangan Peradaban Bangsa Berkaitan Dengan Tingkat Budaya Baca

Haedar: Pemuda Muhammadiyah Jaga Independensi dari Kepentingan Politik

Haedar: Pemuda Muhammadiyah Jaga Independensi dari Kepentingan Politik

60 Persen Anggota Pertuni Aceh Mampu Baca Al Quran

60 Persen Anggota Pertuni Aceh Mampu Baca Al Quran

Musabaqah Hafalan Quran dan Hadits Dinilai Pererat Hubungan Saudi-Indonesia

Musabaqah Hafalan Quran dan Hadits Dinilai Pererat Hubungan Saudi-Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya