Sabtu, 16 Oktober 2021 / 10 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

MUI Diminta Bantu Pemerintah Sigi Wujudkan ‘Desa Mengaji’

Mohamad Irwan bupati Sigi
Bagikan:

Hidayatullah.com–Bupati Sigi, Sulawesi Tengah, Mohamad Irwan, mengharapkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat membantu pemerintah daerah itu  dalam mewujudkan desa mengaji. Hal ini dilakukan sebagai upaya membina moral dan intelektual generasi muda tentang keagamaan, sejak dini.

“Kerja sama dengan MUI ini sangat baik dalam memberikan penguatan terhadap Program Sigi Religi, saya sangat berharap di tahun ini dalam Program Sigi Religi ada ketambahan desa mengaji,” ucap Mohamad Irwan di Sigi, Selasa (2/6/2021) dikutip Antara News.

Sigi mengaji merupakan tindak lanjut dari Program Sigi Religi yang digagas Bupati Mohamad Irwan Lapatta dan Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi, yang dalam implementasinya melibatkan organisasi keagamaan muslim, seperti MUI, Alkhairaat, BKPRMI.

Sigi mengaji tidak sekadar mengenalkan dan mengajar masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengaji Al Quran, melainkan memahami maksud dan makna dari teks Al Quran, sehingga Al-Quran sebagai pedoman hidup yang diyakini benar-benar dipahami oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

Selain itu, Sigi mengaji juga mengajarkan tentang akhlak dan moral, membina budi pekerti generasi muda lewat pendekatan agama, serta meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, tentang keagamaan, sebagai upaya pencegahan dini dan melindungi generasi muda dari paham intoleransi dan radikalisme.

Ia berharap, hal ini dapat dioptimalkan sehingga terbangun masyarakat dan generasi muda yang menjunjung tinggi nilai-nilai penghormatan terhadap perbedaan dan kemajemukan di Sigi.

“Membangun kerukunan umat beragama harus dilakukan sejak dini, melalui pendekatan agama. Karena agama menjadi benteng untuk pembangunan mental, moral, dan intelektual generasi muda yang moderat,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia menyatakan bahwa Sigi religi yang di dalamnya terdapat Sigi mengaji untuk Muslim dan Sigi beribadah bagi non-Muslim, merupakan satu pendekatan pembinaan terhadap masyarakat dari aspek agama, yang salah satu substansinya untuk membangun  kesiapan generasi muda menghadapi tantangan zaman.

“Salah satu faktor yang mendasari adanya Sigi religi karena melihat adanya keseimbangan jumlah penduduk Muslim dan non-Muslim di wilayah Sigi, olehnya perlu dibangun pemahaman masyarakat yang moderat lewat program tersebut,” ujarnya.*

Rep: Ahmad
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Kepala BNPB: Pendekatan ke Warga Pembakar Perlu Diperhatikan Semua

Kepala BNPB: Pendekatan ke Warga Pembakar Perlu Diperhatikan Semua

Syarwan Hamid jadi Saksi Ahli Asma Dewi

Syarwan Hamid jadi Saksi Ahli Asma Dewi

Dahnil: ‘Kunci Penghalang’ Kepulangan HRS di Tangan Pemerintah Kita

Dahnil: ‘Kunci Penghalang’ Kepulangan HRS di Tangan Pemerintah Kita

Eks Wakil Panglima TNI Fachrul Razi Jadi Menteri Agama

Eks Wakil Panglima TNI Fachrul Razi Jadi Menteri Agama

Muhaimin Iqbal: Kita Dimiskinkan Oleh Sistem Yahudi

Muhaimin Iqbal: Kita Dimiskinkan Oleh Sistem Yahudi

Baca Juga

Berita Lainnya