Selasa, 30 November 2021 / 24 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

MUI: Mazhab Hanafi dan Syafi’I Menghukumi Haram Masuk Gereja

Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat Muhammad Cholil Nafis, Ph.D.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Ketua Majelis Ulama (MUI), KH Cholil Nafis, merespons polemik seorang muslim masuk ke dalam gereja yang akhir-akhir ini berkembang di tengah masyarakat. Polemik itu bermula saat Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ora Aji Kalasan, Sleman, D.I Yogyakarta,  berceramah di gereja.

Menurutnya, ulama berbeda pendapat tentang orang yang masuk gereja. Apakah haram, makruh atau boleh. Namun, itupun kalau tak ada kepentingan atau karena dianggap kepepet ke gereja.

Menurut Cholil Nafis,  mengatakan, dua mazhab Islam menyatakan keharamannya masuk ke gereja.  Menurut Mazhab Hanafi dan Syafi’iyah hukumnya tidak boleh masuk gereja alias hukumnya haram.

“Menurut Hanafiyah haramnya mutlak karena banyak syaitannya. Menurut Syafi’iyah haramnya karena ada gambar patungnya (berhala, red). Jadi kalau tak ada gambar patungnya hukumnya boleh,” ujarnya dalam akun twitternya @cholilnafis.

Sementara sebagian pendapat Hanabilah (orang yang mengikuti hasil ijtihad Imam Ahmad ibnu Hanbal), masuk gereja yang ada gambar patungnya makruh (tidak disukai oleh Allah tapi tak diancam dengan siksa). “Pendapat ini juga yang diambil oleh Ibnu Taimiyah. Dalilnya karena Nabi ﷺ pernah menolak masuk rumah yang ada gambar patungnya sampai gambar itu dihapus,” tulisnya.

Menurut Cholil, pendapat Hanabilah, secara mutlak boleh orang masuk gereja. Pendapat ini diambil dari cerita Sayyina Umar yang diundang kaum Nasrani ke gereja untuk dijamu, lalu beliau meminta Sayyina Ali menghadirinya bersama orang muslim lainnya.

Begitu juga saat Nabi Isra’ ke Masjid Aqsha sebagai rumah ibadah. “Jadi, yang muncul perbedaan hukum itu kalau tak ada kemaslahatan, haram karena adanya gambar. Kalau ada hajat besar seperti untuk kerukunan umat beragama dan bukan saat ibadah mereka tentu boleh saja selama ia bisa menjaga aqidahnya,” katanya.

Meskipun demikian, Cholil tetap bepesan, jika tak ada kepentingan dan memiliki kemaslahatan, sebaiknya dihindari. “Namun tidak ada kepentingan ya tak usah masuk gereja,” ujarnya.*

 

Rep: Ahmad
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Kelompok Media Hidayatullah Bekali 22 calon Jurnalis Muslim

Kelompok Media Hidayatullah Bekali 22 calon Jurnalis Muslim

Marzuki Alie: Arab Spring Pelajaran Berharga

Marzuki Alie: Arab Spring Pelajaran Berharga

Waspadai Provokasi Kasus HKBP Bekasi

Waspadai Provokasi Kasus HKBP Bekasi

Bantuan Hamas dari Iran Dinilai Kepentingan Politik

Bantuan Hamas dari Iran Dinilai Kepentingan Politik

Angkatan Muda Muhammadiyah: Polri Harus Perjelas Status Ahok Sebelum 4 November

Angkatan Muda Muhammadiyah: Polri Harus Perjelas Status Ahok Sebelum 4 November

Baca Juga

Berita Lainnya