Senin, 26 April 2021 / 15 Ramadhan 1442 H

Nasional

Innalillahi, ‘Penjaga Mabda’ Al-Irsyad Al-Islamiyyah Itu Berpulang

Ketua Umum Al-Irsyad Al-Islamiyyah Periode 1982-2000, Al-Ustad Geys Mahfudz Amar (78), meninggal dunia di Jember, Jawa Timur. Foto: Muktamar Al-Irsyad Al-Islamiyyah, ke-40, 2017, Bogor, Jawa Barat
Bagikan:

Hidayatullah.com—Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raajiun, umat Islam Indonesia kehilangan tokoh terbaik Al-Irsyad Al-Islamiyyah Al-Ustad Geys Mahfudz Amar (78), meninggal dunia hari ini, Senin (26/4), pukul 15.00 WIB  di Jember, Jawa Timur.

Almarhum adalah tokoh senior di lembaga yang didirikan Syekh Ahmad Surkati ini. Menurut Mansyur Alkatiri, dari Pusat Dokumentasi dan Kajian (PUSDOK) Al-Irsyad Al-Islamiyyah Bogor, mengatakan perjuangan Geys Mahfudz Amar dalam perjuangan dakwah tidak diragukan lagi.

“Kita menjuluki beliau sebagai penjaga Mabda’ (Mabadi Al-Irsyad),” katanya.

Mabadi Al-Irsyad adalah garis-garis perjuangan pemurnian Islam di Indonesia yang dirintis oleh Syekh Ahmad Surkati al-Anshari.  Menurut Mansyur Alkatiri, almarhum adalah Ketua Umum Al-Irsyad Al-Islamiyyah terlama. “Beliau menjadi ketua umum selama 18 tahun (periode 1982-2000),” katanya.

Di bawah kepemimpinannya, Al-Irsyad berkembang pesat. Bahkan dinilai bisa berkembanng ke seluruh penjuru Indonesia.

“Beliau mengembangkan Al-Irsyad dari 13 cabang menjadi 100 cabang dalam waktu 5 tahun. Bahkan sampai berkembang ke Papua, Ternate, dan Tedore,” katanya.  “Istilah kita, beliau orang kedua di Al-Irsyad, setelah Syekh Ahmad Surkati, “ tambahnya.

Bahkan di akhir hayatnya, masih semangat untuk mengembangkan dakwah dan kemajuan Al-Irsyad. “Seminggu yang lalu masih menelpon, semangat ingin terus mengembangkan dakwah, dan berencana menerbitkan Majalah Mabadi’,” kata Mansyur. “Jadi saya kaget mendengar kabar ini, “ tambahnya lagi.

Setelah pensiun dari pengacara dan tidak menjadi ketua Al-Irsyad, Geys Mahfudz Amar lebih memilih tinggal di Jember, Jawa Timur bersama istrinya Durroh Amar (76) hingga wafat.*

Rep: Ahmad
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Kandidat Pimpinan Muhammadiyah Sudah Saling Panggil “Pak Ketua Umum”

Kandidat Pimpinan Muhammadiyah Sudah Saling Panggil “Pak Ketua Umum”

KH Said Aqil: Penafsiran Pemahaman Pancasila Bukan Monopoli Penguasa

KH Said Aqil: Penafsiran Pemahaman Pancasila Bukan Monopoli Penguasa

Pengurus: ‘Cap Go Meh di Halaman Masjid Agung Jawa Tengah’ Dibatalkan

Pengurus: ‘Cap Go Meh di Halaman Masjid Agung Jawa Tengah’ Dibatalkan

Hidayat: PKS Tak akan Golput

Hidayat: PKS Tak akan Golput

Jaksa Penuntut Umum: Ahok tidak Menghina Agama

Jaksa Penuntut Umum: Ahok tidak Menghina Agama

Baca Juga

Berita Lainnya