Sabtu, 18 September 2021 / 10 Safar 1443 H

Nasional

Kasus Jozeph Paul Zhang, Menag Dorong Aparat Menindak Setiap Penista Agama

Kemenag Haji 2021
Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas
Bagikan:

Hidayatullah.com- Kasus dugaan penistaan agama kembali terjadi dan menjadi perbincangan publik pekan ini. Kementerian Agama menyebutkan, ada dua peristiwa yang muncul, video Jozeph Paul Zhang yang diduga menghina Islam dan Desak Made Darmawati yang diduga melakukan penistaan agama Hindu.

Desak Made sudah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada umat Hindu, meski proses hukum yang berjalan tetap harus dihormati. Sementara itu, aparat juga sudah menindaklanjuti laporan terkait Joseph Paul Zhang.

“Saya mengapresiasi langkah proaktif aparat dalam menindaklanjuti dan mengambil tindakan atas laporan ujaran yang mengandung penistaan dan menimbulkan keresahan,” terang Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas setibanya di Jakarta, Ahad (18/04/2021), usai bertemu beberapa tokoh agama Kalimantan Utara dirilis Kemenag.

“Saya minta masyarakat untuk tetap tenang, mengedepankan kebersamaan dan toleransi di tengah upaya berbagai pihak mengadu dan memecah persatuan dan kesatuan bangsa,” sambungnya.

Baca: Penista Agama Berjuluk Nabi ke-26 Diburu Polri, Sebut Allah Dikurung di Ka’bah

Menag menilai tindakan menistakan agama memang tidak dibenarkan atas alasan apapun. Karenanya, menjadi tugas aparat untuk melakukan tindakan tegas pada setiap bentuk penistaan agama, siapapun pelakunya.

“Saya mendorong aparat untuk menindak setiap pelaku ujaran atau pun perbuatan yang mengarah pada penistaan agama. Tidak hanya terkait kasus Joseph Paul Zhang dan Desak Made, tapi siapapun pelakunya,” tegas Menag.

Ditegaskan Menag, setiap umat beragama memang harus meyakini kebenaran keyakinan agamanya. Namun, hal itu tidak boleh diikuti dengan sikap merendahkan atau menyalah-nyalahkan ajaran atau keyakinan agama lainnya.

“Kedepankan toleransi. Mari yakini kebenaran agama masing-masing dengan tetap menghormati dan menghargai saudara sebangsa yang berbeda keyakinan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, penyidik Bareskrim Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah menggandeng Interpol untuk memburu keberadaan Jozeph Paul Zhang, pria yang mengaku sebagai nabi ke-26 melalui video viral di saluran Youtube miliknya.  Kabareskrim Polri Komjen Pol. Agus Andrianto ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Ahad, mengatakan bahwa pihaknya sejak awal menduga Jozeph Paul Zhang tidak berada di Indonesia.

Oleh karena itu, pihaknya berkoordinasi dengan pihak imigrasi yang mengetahui data perlintasan Jozeph Paul Zhang sudah meninggalkan Indonesia sejak Januari 2018. Namun, lanjut Agus, hal itu tidak menghalangi pihaknya untuk mendalami perkara tersebut dan sedang menyiapkan dokumen penyidikan.

Jozeph mengaku sebagai nabi ke-26 yang disampaikan dalam forum diskusi via zoom yang juga ditayangkan di saluran Youtube pribadinya. Pria tersebut membuka forum diskusi zoom bertajuk “Puasa Lalim Islam”.

“Tema kita hari ini Puasa Lalim Islam. Loe yang puasa gue yang laper, ” Jozeph.

Baca: MUI Yakin Polisi akan Segera Menangkap Jozeph Paul Zhang karena Menista Nabi Muhammad

Dalam pernyataan di channelnya, Jozeph mengatakan, meski di Indonesia banyak muslim berpuasa, muslim di Eropa bersikap sebaliknya.

“Muslim yang ada di Eropa ini, tahun pertama puasa, mereka takut sama Allah. Tahun kedua, puasanya separoh, nyoba Allah lihat apa enggak. Tahun ketiga, bablas.. gak ada yang melihat. Allah nggak liat. Lho knapa? Allah kan Maha Tahu? Enggak, Allah nya lagi dikurung di Ka’bah, kata mereka. Hehehe kurang ajar, “ demikian kata Joseph tanpa menjelaskan, siap yang dimaksud mereka.

Pada menit 15:05 Jozeph juga mengatakan, baginya bulan puasa adalah bulan paling tidak nyaman. Ia bahkan menyebut, baginya bulan suci umat Islam itu adalah horor mengerikan.

“Tapi dari dulu kalau lagi bulan puasa itu adalah bulan-bulan yang tidak nyaman. Apalagi kalau dekat-dekat Idul Fitri, dung dung preng.. dung dung preng..Sarimi Pergi ke Pasardung dung preng! Allah Bubar!,” katanya sambil tertawa. “Itu bener-bener mengerikan itu. Horor itu, serius.”

Ia juga menantang siapa saja yang berani melaporkan dirinya kepada kepolisian terkait dengan penistaan agama dengan mengaku sebagai nabi ke-26. Ia akan memberikan bonus 1 orang satu juta untuk satu laporan, jika ada yang berani melaporkannya.

Eh, guwe kasih sayembara loe. Saya sudah bikin videonya, tapi nanti dikira sombong. Saya sudah bikin videonya tantangan lho, sama Nandar, sama Amir al Qodri, .. yang bisa laporin guwe ke polisi saya kasih uang. Yang bisa melaporin guwe atas penistaan agama, ini gue nih, Nabi ke -26, Jozeph Paul Zhang, yang meluruskan kesesatan ajaran Nabi-ke-25 (nabi Muhammad, red) atas kecabulannya yang Maha Cabululloh,” katanya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Kombes Pol Eddy Hartono: “Saya Tidak Memusuhi Islam”

Kombes Pol Eddy Hartono: “Saya Tidak Memusuhi Islam”

Wiranto: Pemutaran Film Pengkhianatan G30S/PKI Tak Perlu Diperdebatkan

Wiranto: Pemutaran Film Pengkhianatan G30S/PKI Tak Perlu Diperdebatkan

Anis Matta: Tebar Lebih Banyak Kurban, Tingkatkan Kesetiakawanan Sosial

Anis Matta: Tebar Lebih Banyak Kurban, Tingkatkan Kesetiakawanan Sosial

Dinilai tak Mampu Atasi Keadaan, Kapolri Disarankan Mundur

Dinilai tak Mampu Atasi Keadaan, Kapolri Disarankan Mundur

MUI Akan Selenggarakan Konferensi Internasional Islam “Washatiyah”

MUI Akan Selenggarakan Konferensi Internasional Islam “Washatiyah”

Baca Juga

Berita Lainnya