Sabtu, 25 September 2021 / 17 Safar 1443 H

Nasional

MUI Keluarkan Fatwa Panduan Ibadah Ramadhan 1442 H: Pakai Masker Saat Shalat Sah

Azim Arrasyid/hidayatullah.com
Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni’am Sholeh di gedung MUI, Jakarta, Senin (16/03/2020), menyampaikan fatwa MUI terkait ibadah saat virus corona sedang mewabah.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Komisi Fatwa MUI Pusat mengeluarkan Fatwa Nomor 24 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah di Bulan Ramadhan dan Syawal 1442 H. Salah satu panduan dalam fatwa tersebut adalah panduan pelaksanaan protokol kesehatan dalam ibadah Ramadhan.

Komisi Fatwa menekankan bahwa pelaksanaan ibadah di dalam bulan Ramadhan ini, baik itu ibadah mahdlah maupun ghairu mahdlah, tetap harus mengikuti protokol kesehatan. “Penerapan physical distancing (menjaga jarak) saat shalat jamaah dengan cara merenggangkan shaf hukumnya boleh, shalatnya sah dan tidak kehilangan keutamaan berjamaah karena kondisi tersebut sebagai hajat syar’iyyah. Menggunakan masker yang menutup mulut dan hidung saat shalat hukumnya boleh dan shalatnya sah,” ungkap Ketua MUI Bidang Fatwa Dr Asrorun Niam Sholeh saat mengungkapkapkan isi Fatwa tersebut di Jakarta, Selasa (13/04/2021).

Menurut Niam, fatwa ini,  berbunyi bahwa setiap muslim wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan dan menjauhi setiap hal yang dapat menyebabkan terpaparnya penyakit, karena itu merupakan bagian dari menjaga tujuan pokok beragama (al-Dharuriyat al-Khams). Setiap muslim wajib berpartisipasi dalam upaya memutus mata rantai peredaran Covid-19 dengan vaksinasi Covid-19 untuk mewujudkan kekebalan kelompok (herd immunity).

“Vaksinasi saat berpuasa tidak membatalkan puasa, karenanya umat Islam yang sedang berpuasa boleh melakukan vaksinasi,” ujarnya. “Tes Swab, baik lewat hidung maupun mulut untuk deteksi Covid-19 saat berpuasa tidak membatalkan puasa, karenanya umat Islam yang sedang berpuasa boleh melakukan tes swab, demikian juga rapid test dengan pengambilan sampel darah dan penggunaan Genose dengan sampel hembusan nafas,” imbuhnya membacakan isi Fatwa tersebut.

Setelah memperhatikan protokol kesehatan itu, maka umat Islam selama bulan Ramadhan ini harus terus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kegiatan selama bulan Ramadhan dapat diisi dengan ceramah dan pengajian keagamaan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dan menambah wawasan keagamaan dari narasumber ahli agama yang otoritatif.

“Dengan memperbanyak ibadah, tadarus al-Quran, menyelenggarakan dan menghadiri majelis taklim dan pengajian, taubat, istighfar, dzikir, membaca Qunut Nazilah, memperbanyak shalawat, sedekah, serta senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan dan keselamatan dari musibah dan marabahaya (daf’u al-bala’), khususnya dari wabah Covid-19,” ujarnya.*

Rep: Ahmad
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Ketua GIN: Aung San Suu Kyi Tak Mewakili Sosok Ibu Penyayang

Ketua GIN: Aung San Suu Kyi Tak Mewakili Sosok Ibu Penyayang

FUI Minta Komnas HAM Stop Bela Ahmadiyah

FUI Minta Komnas HAM Stop Bela Ahmadiyah

Jokowi Tak Salahkan Simpatisannya Kepung TVone

Jokowi Tak Salahkan Simpatisannya Kepung TVone

Doa Tahlil Laskar FPI

Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Laskar HRS Korban Penembakan

Madrasah Anti Korupsi Desak KPK Periksa Semua Komisioner KPU

Madrasah Anti Korupsi Desak KPK Periksa Semua Komisioner KPU

Baca Juga

Berita Lainnya