Jum'at, 22 Oktober 2021 / 15 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Gempa Jatim, BNPB: Lebih 300 Rumah Rusak, Sejumlah Pesantren Terdampak

Istimewa
Salah satu rumah warga yang terdampak gempa M6,7 di Desa Tegalrejo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Sabtu (10/04/2021).
Bagikan:

Hidayatullah.com-  Gempa dengan magnitudo (M)6,1 berdampak pada kerusakan bangunan rumah di sejumlah wilayah Provinsi Jawa Timur. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hari ini, Sabtu (10/04/2021), lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat.

BNPB menghimpun sejumlah data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah Jawa Timur (Jatim) dengan total rumah rusak berat (RB) berjumlah 11 unit, rusak sedang (RS) 194, dan rusak ringan (RR) 126.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, menjelaskan, catatan sementara hingga pukul 20.00 WIB itu, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. “Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6,  RSUD 1, dan pondok pesantren 1,” ujar Raditya dalam rilis persnya pada Sabtu malam.

Sedangkan korban meninggal dunia, BNPB masih menunggu verifikasi data dari BPBD. Data meninggal dunia berjumlah 7 jiwa, luka berat 2, dan luka ringan 10. Korban meninggal dunia di Kabupaten Malang 3 jiwa, Lumajang 2 dan di wilayah perjalanan Lumajang – Malang 2.

Ia mengatakan bahwa korban luka-luka teridentifikasi di wilayah Kabupaten Lumajang.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Lumajang menginformasikan adanya titik pengungsian di Desa Kali Uling, Kecamatan Tempur Sari. BPBD masih melakukan pendataan jumlah warga mengungsi di lokasi pengungsian.

Catatan dari BPBD Kabupaten Lumajang, kerusakan rumah teridentifikasi di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Tempursari (Desa Kaliuling, Desa Tempursari, dan Desa Pundungsari), Pronojiwo (Desa Tamanayu, Desa Sidomulyo, Desa Supiturang, Desa Oro Oro Ombo), Pasirian (Desa Gondoruso, Desa Condro), Gucialit (Desa Tunjung, Desa Kertowono, Desa Pakel), Pasrujambe (Desa Pasrujambe), Senduro (Desa Argosari, Desa Wonocempokoayu), Yosowilangun (Desa Kebonsari), Tekung (Desa Tukum).

BPBD Kabupaten Malang melaporkan sementara 97 unit rumah rusak. Sebagian besar rumah rusak pada kategori rusak sedang.

Dari Blitar, BPBD melaporkan rumah RB 6 unit, RS 85, dan RR 111. Selain itu, kerusakan terjadi pada rumah sakit 1 unit, sekolah 5, tempat ibadah 2 dan kantor 3.

BPBD Kabupaten Jember melaporkan kerusakan rumah dengan kategori RB 3 unit, RS 11, dan RR 14, sedangkan ada 1 unit masjid rusak sedang.

“BPBD Kabupaten Trenggalek menginformasikan sekitar 13 unit rumah rusak dengan kategori ringan hingga berat. Sedangkan kerusakan fasilitas umum lainnya terdiri dari pondok pesantren 1 unit, sarana pendidikan 2, tempat ibadah 2 dan kantor 3,” ujarnya.

BPBD Kota Malang mencatat rumah RB 2 unit dan RS 1.

BPBD Kota Kediri melaporkan gedung IIK Baktiwiyata rusak ringan. Demikian juga di Kabupaten Pasuruan, 1 unit tempat ibadah rusak. Sedangkan di Kabupaten Gresik, BPBD melaporkan rumah RR 1 unit.

“BNPB terus memonitor dan melakukan koordinasi dengan BPBD yang wilayahnya terdampak gempa M6,1,” pungkasnya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Kemen PPPA Soroti Sinetron Suara hati istri

Kemen PPPA Sebut Sinetron “Suara Hati Istri: Zahra” Melanggar

Tulisan “Kami Lapar, Butuh Bantuan” Bertebaran Pasca Tsunami

Tulisan “Kami Lapar, Butuh Bantuan” Bertebaran Pasca Tsunami

LIDMI Ajak Bangkitkan Dakwah Kampus Demi Indonesia Beradab

LIDMI Ajak Bangkitkan Dakwah Kampus Demi Indonesia Beradab

Kemenag DKI, BBPOM, LPPOM MUI, Sinergi, dalam Sertifikasi Halal

Kemenag DKI, BBPOM, LPPOM MUI, Sinergi, dalam Sertifikasi Halal

Islam Diyakini Pasti Menang, Umat Harus Tetap Berdakwah

Islam Diyakini Pasti Menang, Umat Harus Tetap Berdakwah

Baca Juga

Berita Lainnya