Selasa, 30 Maret 2021 / 16 Sya'ban 1442 H

Nasional

Belajar Tatap Muka, Mendikbud: Jika Ditemukan Kasus Covid-19, Sekolah Wajib Ditutup Sementara

covid-19 Tatap muka sekolah
Ilustrasi/Para pelajar putri di sekolah Islam.
Bagikan:

Hidayatullah.com Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim resmi mewajibkan sekolah untuk menggelar pembelajaran tatap muka usai guru dan tenaga kependidikannya mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Hal itu Nadiem sampaikan dalam acara Pengumuman Surat Keputusan Bersama (SKB) sejumlah menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Selasa (30/03/2021).

Meski begitu, Nadiem menegaskan jika dalam sekolah itu ditemukan kasus positif Covid-19, maka wajib ditutup sementara.

“Kalau berdasarkan pengawasan terdapat kasus konfirmasi positif Covid-19, maka pemerintah pusat, daerah, Kantor Wilayah Kemenag dan kepala satuan pendidikan wajib melakukan penanganan kasus dan dapat memberhentikan sementara pembelajaran tatap muka di sekolah tersebut,” tegas Nadiem dalam konferensi pers, Selasa (30/03/2021).

“Dalam hal terdapat kebijakan pemerintah pusat, misalnya satu daerah atau kecepatan itu sedang melakukan PPKM, itu juga merupakan satu situasi di mana pembelajaran tatap muka dapat diberhentikan sementara,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Nadiem menerangkan bahwa pembukaan pembelajaran tatap muka di sekolah wajib mendapatkan pengawasan dari pihak-pihak terkait.

“Pemerintah pusat dan daerah, serta Kanwil Kemenag wajib melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan,”ujarnya.

Nadiem mengumumkan bahwa sekolah diwajibkan menggelar pembelajaran secara tatap muka usai guru dan tenaga kependidikannya selesai menjalani vaksinasi. Pemerintah merengat bahwa vaksinasi terhadap guru dan tenaga kependidikan kelar pada pertengahan tahun 2021.

Sebelumnya Mantan Bos Gojek Indonesia itu juga pernah menyampaikan bahwa dirinya menargetkan semua sekolah sudah melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka pada Juli 2021.

“Target kami hingga akhir Juni, vaksinasi COVID-19 bagi lima juta pendidik dan tenaga pendidik selesai sehingga pada tahun ajaran baru 2021/2022 atau pada minggu kedua dan ketiga Juli pembelajaran dapat dilakukan secara tatap muka,” ujar Nadiem, Rabu (03/03/2021) lalu.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

LPH Boleh Lebih dari Satu, LPPOM MUI Dapat Memahami

LPH Boleh Lebih dari Satu, LPPOM MUI Dapat Memahami

MUI: Sikap Raja Bali Melarang Qurban Sapi Menodai Toleransi

MUI: Sikap Raja Bali Melarang Qurban Sapi Menodai Toleransi

Kapolda Lantik 31 Dai Kamtibmas Polda Metro Jaya

Kapolda Lantik 31 Dai Kamtibmas Polda Metro Jaya

Kasus Penipuan Mencatut FPI, Pelaku Dipolisikan

Kasus Penipuan Mencatut FPI, Pelaku Dipolisikan

Ketua GIN: Game Online Salah Satu Pemicu ABG Jadi Gangster

Ketua GIN: Game Online Salah Satu Pemicu ABG Jadi Gangster

Baca Juga

Berita Lainnya