Selasa, 21 September 2021 / 13 Safar 1443 H

Nasional

Penyuntikan Capai 10 juta, Menkes: Ketersediaan Vaksin Penting untuk Kelancaran Vaksinasi

vaksin syarat haji
Bagikan:

Hidayatullah.com — Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan Indonesia menduduki posisi 4 besar negara yang bukan produsen vaksin sudah melakukan penyuntikan di atas 10 juta. Hal itu berdasarkan data per-Jumat (26/03/2021) Indonesia telah melakukan penyuntikan vaksin di atas 10 juta untuk suntikan pertama dan kedua.

“Saat ini, laju penyuntikan vaksin kita telah mencapai 500.000 suntikan per hari dan kita sudah tembus 10 juta penyuntikan Jumat lalu. Dengan capaian ini, Indonesia masuk dalam posisi 4 besar negara di dunia yang bukan produsen vaksin, tetapi tertinggi dalam melakukan penyuntikan,” kata Budi dalam keterangan pers, Selasa (30/30/2021).

“Kita di bawah Jerman, Turki, dan Brasil dan berhasil melampaui Israel dan Prancis. Ini sebuah kabar gembira,” sambungnya.

Lebih lanjut, Budi mengatakan bahwa vaksin Covid-19 sudah menjadi barang yang diperebutkan semua negara. “Pemerintah harus mengombinasikan penggunaan berbagai macam merek vaksin Covid-19 dalam rangka memenuhi kebutuhan vaksin untuk seluruh populasi sasaran,” jelasnya.

Budi menjelaskan tidak ada satu pun produsen vaksin di dunia yang dapat memenuhi seluruh permintaan negara-negara besar seperti Indonesia. Menurutnya Indonesia beruntung, sebab sudah menjalin kerja sama dengan 4 produsen vaksin, yakni Sinovac, Astrazeneca, Novavax, dan Pfizer.

“Ketersediaan vaksin menjadi sangat penting dalam menjaga kelancaran program vaksinasi pemerintah,” ungkapnya.

Untuk itu, Budi menghimbau agar masyarakat tidak perlu ragu divaksinasi saat gilirannya tiba. Pihaknya kata Dia memastikan vaksin yang digunakan benar-benar aman dan berkhasiat, karena berdasarkan rekomendasi dari ahli.

“Vaksin memiliki manfaat yang jauh lebih besar dari risiko yang ditimbulkan. Ketika saatnya tiba untuk vaksinasi, tidak usah ragu-ragu. Apapun jenis vaksinnya, pasti aman dan bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh kita,” terangnya.

Selanjutnya, Budi tetap meminta masyarakat yang sudah divaksin agar tetap menjalankan protokol kesehatan. Karena dengan disiplin kekebalan kelompok akan tercipta sehingga terbebas dari pandemi.

“Bagi yang sudah divaksinasi, jangan lupa untuk tetap menjalankan protokol kesehatan 3M dengan disiplin sampai kita benar-benar mencapai kekebalan kelompok dan terbebas dari pandemi,” tukasnya.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Menag: Ledakan Bom di Sri Lanka Tragedi Kemanusiaan

Menag: Ledakan Bom di Sri Lanka Tragedi Kemanusiaan

Di Palu 384 Orang Meninggal, BNPB Belum Dapat Data Donggala

Di Palu 384 Orang Meninggal, BNPB Belum Dapat Data Donggala

Balikpapan Rancang Perda Larangan Reklame rokok

Balikpapan Rancang Perda Larangan Reklame rokok

PKS: UU Anti Kejahatan Seksual Lebih Penting

PKS: UU Anti Kejahatan Seksual Lebih Penting

Adhyaksa Menilai Kejahatan Anak Sebagai Extraordinary Crime

Adhyaksa Menilai Kejahatan Anak Sebagai Extraordinary Crime

Baca Juga

Berita Lainnya