Sabtu, 18 September 2021 / 11 Safar 1443 H

Nasional

Video Gus Dur Komentari Bom Viral di Medsos

Melalui gerakan “Poros Tengah” yang dimotori Amien Rais 7 Oktober 1999, Abdurrahman Wahid terpilih sebagai Presiden Indonesia ke-4 dengan 373 suara, sedangkan Megawati hanya 313 suara
Bagikan:

Hidayatullah.com — Sebuah video cuplikan yang menayangkan almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ramai dijagat maya Twitter. Video itu merukapan tanggapan mengenai teror bom di Indonesia.  Pantauan Hidayatullah.com hingga kini hastag Gusdur sudah menjadi trending, Senin (29/03/2021) sore.

Video tersebut dibagikan melalui jejaring Twitter yang diunggah akun @AidulFA. Disinyalir konteks video itu memuat tanggapan Gus Dur mengenai peristiwa bom Bali yang terjadi tahun 2002 silam.

Dalam video tersebut, Gus Dur mengemukakan pendapatnya mengenai aksi itu. “Ya, siapa yang tahu bahwa semua ini ada dalangnya, bisa saja pelakunya adalah aparat kami sendiri, bukan yang selama ini dianggap sebagai pelakunya yaitu dari kelompok fundamentalis,” kata Gus Dur yang juga presiden ke-4 RI, dalam video yang beredar pada, Senin, (29/03/2021).

Lantas pewawancara dalam video itu menyinggung perihal aksi bom saat itu ditemukan bahwa pelakunya adalah orang Islam. “Tapi Jamaah Islamiaah juga sudah dituduh terlibat,” jawab pihak pewawancara dalam video tersebut.

Dengan lugas Gus Dur menjawab dengan mengatakan bahwa dirinya mengetahui itu, tapi tak ada bukti valid mengenai hal tersebut “Ya, satu tahu tapi tidak ada bukti,”sanggah Gus Dur.

“Bukti yang ada malahan bom itu mirip dengan kepunyaan polisi,” beber Gus Dur. “Itulah masalahnya, setiap bom yang ada sampai saat ini itu milik pemerintah.”

Di akhir video tersebut, pada peristiwa bom Bali, ia meyakini bahwa Amrozi (pelaku Bom Bali) adalah orang yang meledakkan bom pertama. Adapun di bom kedua, ia yakin bahwa aparat seperti polisi atau tentaralah yang menyulutnya.  “Amrozi menyulut bom pertama, itulah selalu masalahnya,” tuturnya.

“Lalu siapa yang merencanakan bom kedua itu?,” tanya si pewawancara.

“Bisa Jadi itu polisi, atau tentara, saya tidak tahu,” jawab Gus Dur.

Diketahui, hingga kini, video berbahasa Inggris itu terus mendapat perhatian netizen, hingga berita ini ditulis, video itu sudah ditonton 104 ribu lebih tanyangan dan mendapat tanggapan lebih dari 5000 warganet.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Sekolah Hidayatullah se-Indonesia Galang Dana untuk Ghouta

Sekolah Hidayatullah se-Indonesia Galang Dana untuk Ghouta

Organisasi Pemuda Deklarasi Tolak LGBT di Pariaman-Sumbar

Organisasi Pemuda Deklarasi Tolak LGBT di Pariaman-Sumbar

Habib Hanif Alatas dan Habib Bahar Diadang di Bandara Manado

Habib Hanif Alatas dan Habib Bahar Diadang di Bandara Manado

Muhammadiyah Agama Peta Pendidikan

Penanganan Pandemi Covid-19 dan Pelaksanaan Pilkada, Haedar Nasir: Tugas kami Sebagai Ormas Sudah Dilaksanakan

Mahasiswa Indonesia ‘Dicekoki’ Pemikiran Kapitalis

Mahasiswa Indonesia ‘Dicekoki’ Pemikiran Kapitalis

Baca Juga

Berita Lainnya