Jum'at, 9 Juli 2021 / 29 Zulqa'dah 1442 H

Nasional

PKS: Konsep Bela Negara Harus Utuh dan Matang

Program Bela Negara Kemenhan
Bagikan:

Hidayatullah.com — Kementerian Pertahanan melalui Wakil Menteri Muhammad Herindra berencana akan menjalankan program bela negara sebagai amanat UU RI No. 23 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) dan PP No. 3 tahun 2021.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Fraksi PKS Sukamta mengapresiasi juga menyambut baik rencana Kementerian Pertahanan tersebut.

“Saya menyambut baik atas progres ini. Artinya, UU PSDN yang sudah kami bahas dan disahkan oleh DPR pada akhir 2019 lalu bisa diimplementasikan. Tapi, yang harus dipastikan adalah konsep pelaksanannya musti matang, utuh dan tidak terburu-buru. Harus jelas sasarannya, targetnya, berapa anggarannya dan kapan waktunya,” kata Sukamta dalam keterangan tertulis, Jumat (26/03/2021).

Politikus PKS itu menjelaskan bahwa rekrutmen bela negara yang di dalamnya termasuk Komponen Cadangan harus dibicarakan dengan Komisi I DPR.

“Berapa yang mau direkrut, berapa anggaran yang diperlukan, bagaimana rencana pengelolaan setelah pelatihan, dan seterusnya. Dengan harapan semuanya terbuka, jelas, transparan, sehingga rakyat tak lagi resah. Bentuk pengawasan terselenggaranya program ini ada di DPR. Masyarakat sempat resah adanya isu wajib militer atau potensi tidak terjaminnya hak asasi manusia,” ujarnya.

Makanya, kata Sukamta, Kemenhan harus terus berdialog, berdiskusi dan bermusyawarah dengan Komisi I DPR untuk memastikan pengawasan berjalan sehingga rakyat menjadi lebih tenang.

“Sekaligus, rakyat bisa menyampaikan kepada Komisi I DPR jika menemukan pelaksanaannya nanti ada yang tidak sesuai dengan peraturan-perundangan,” tuturnya.

Anggota Komisi I DPR RI ini juga menegaskan agar selain menyiapkan konsep bela negara dalam konteks pembentukan sumber daya manusia (SDM), Kemenhan perlu juga untuk menyiapkan konsep bela negara dalam konteks pembentukan sumber daya material (barang).

“Objek Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) ada 2, manusia dan barang. Yang berbentuk barang ini mencakup sumber daya alam (SDA), sumber daya buatan (SDB) serta sarana dan prasarana nasional. Kita seringkali fokus kepada bela negara, yaitu pembentukan komponen pendukung dan komponen cadangan dalam aspek manusianya, tapi kita sering lupa bahwa di dalamnya juga tercakup material. Jadi seolah tidak utuh,” jelasnya.

Sebab, wakil rakyat dari Daerah Istimewa Yogyakarta ini menilai konsep pengelolaan sumber daya material ini juga kompleks.

“Komponen cadangan itu bukan cuma manusia, tapi juga sumber daya material tadi. Ketika disampaikan bahwa komponen cadangan itu bersifat sukarela, iya itu untuk sumber daya manusia. Tapi komponen cadangan yang berbentuk material, sifatnya tidak sukarela,” ujarnya.

“Makanya UU PSDN ini sangat strategis, karena mengatur manusia dan material sekaligus. Sehingga, konsep untuk implementasi di lapangannya harus betul-betul matang dan utuh, tidak sebagian-sebagian saja,” tutupnya.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Perpres Permudah Tenaga Kerja Asing Dinilai Pinggirkan Pekerja Lokal

Perpres Permudah Tenaga Kerja Asing Dinilai Pinggirkan Pekerja Lokal

Muhammadiyah Dukung Upaya Tembus Blokade

Muhammadiyah Dukung Upaya Tembus Blokade

Komnas HAM Minta Saksi Kejadian Datang Langsung: Kami Akan Objektif dan Independen

Komnas HAM Minta Saksi Kejadian Datang Langsung: Kami Akan Objektif dan Independen

Umat Islam Indonesia Tidak Punya ‘Rumah’

Umat Islam Indonesia Tidak Punya ‘Rumah’

AICHR: Diplomasi Indonesia Perlu Ditingkatkan ke Tahap Selanjutnya

AICHR: Diplomasi Indonesia Perlu Ditingkatkan ke Tahap Selanjutnya

Baca Juga

Berita Lainnya