Senin, 5 Juli 2021 / 26 Zulqa'dah 1442 H

Nasional

Serikat Guru Agama Islam Mengadu ke BAP DPD RI, Senator: Ini Tak Penuhi Rasa Keadilan

Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Serikat Guru Nasional Pendidikan Agama Islam Nur Munafin menjelaskan Guru Pendidikan Agama (khususnya Islam), menjadi satu-satunya guru yang belum memiliki sertifikat pendidikan. Sementara guru-guru lainnya yang memliki masa tugas dan beban kerja yang sama bahkan lebih rendah dibanding GPAI telah memiliki sertifikat pendidikan dan merasakan tunjangan yang sama.

Carut-marut masalah ini disampaikan Serikat Guru Nasional Pendidikan Agama Islam pada Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI hari Rabu (24/3/2021) terkait permasalahan Sertifikasi Guru Pendidikan Agama Islam di seluruh Indonesia. Menurut Nur Munafin, Kementerian Agama memilik ketentuan berbeda dibanding kemendikbud.

Menurutnya, Guru Pendidikan Agama diangkat berdasarkan SK Kepala Daerah, kemudian melalui PP Nomor 55 Tahun 2007  dilimpahkan kepada Kementerian Agama.  “Di sini menjadi carut marut antara PP tersebut dengan aturan Kemenpan RB dan Kemendikbud. Kami Guru Agama diangkat oleh Pemda akan tetapi sertifikasi dilimpahkan oleh Kementerian Agama, kami yang terpisah antara yang membina dan mengelola,” ujar Munafin. BAP DPD RI melihat PP Nomor 55 Tahun 2007 menciptakan persoalan Kementerian Agama dalam menyelesaikan sertifikasi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI). Hal ini tidak lepas dari persoalan kebijakan pemisahan kewenangan pengelolaan Guru Pendidikan Agama di sekolah.

Sementara itu Ketua BAP DPD RI Bambang Sutrisno mengungkap, permasalahan yang diadukan oleh Serikat Guru Nasional Pendidikan Agama Islam ini terkait dengan kepentingan nasional dengan melibatkan urusan penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang pendidikan. Hal ini melibatkan persoalan lintas komite yaitu Komite III DPD RI terkait dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Sementara Komite I DPD RI terkait dengan pembagian kewenangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah khususnya urusan di bidang pendidikan.  “Akan kita dalami permasalahan ini, apakah terjadi sebagai akibat adanya pemisahan kewenangan pengangkatan guru agama oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Pemerintah Pusat) dan Pemerintah Daerah. Sedangkan pengelolaan atau pembinaan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, atau hanya karena keterbatasan anggaran,” ungkap Senator Jawa Tengah itu.

Menurut Nur Munafin, GPAI yang diangkat sejak tahun 2006 sampai dengan Desember 2015 tidak pernah diberikan kesempatan untuk mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) sebagai persyaratan awal untuk mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) ataupun Program Profesi Guru (PPG). Sampai hari ini tercatat ada lebih dari 32.000 GPAI yang belum memliki sertifikat pendidikan.

“Problem sertifikasi menjadi sedemikian terhambat dibanding guru non- agama. Guru agama bukan berarti tidak kompeten dan memenuhi syarat, akan tetapi karena sertifikasi dilimpahkan kepada Kementerian Agama sehingga sampai saat belum dilaksanakan, dan berdampak pada jenjang kenaikan jabatan guru,” lanjutnya.

Senator Sulawesi Tengah Abdul Rachman Thaha yang mewakili Komite I DPD RI menambahkan, kasus ini tidak memenuhi rasa keadilan terhadap guru agama. “Ini harusnya kedudukannya sama dan memenuhi rasa keadilan, akan kami sampaikan pada rapat Komite I dengan Menteri Pendidikan,” tambahnya.

Sementara itu, Senator Fadhil Rahmi mewakili Komite III DPD RI mengungkapkan bahwa ada permasalahan khusus di pendidikan agama Islam ini. “Ada beberapa opsi solusi untuk permasalahan ini, salah satunya adalah perlu revisi PP 55 Tahun 2007 itu, kita siap menampung dan melaporkan kepada pimpinan DPD RI agar kita teruskan kepada kementerian terkait, menindaklanjuti permasalahan ini,” tuturnya.*

Rep: Ahmad
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

IHH Ajak NGO Indonesia Berbuat Nyata untuk Aleppo

IHH Ajak NGO Indonesia Berbuat Nyata untuk Aleppo

Kwarnas Pramuka: Pandu Hidayatullah Perkuat Persatuan Bangsa

Kwarnas Pramuka: Pandu Hidayatullah Perkuat Persatuan Bangsa

KH Said Aqil: Penafsiran Pemahaman Pancasila Bukan Monopoli Penguasa

KH Said Aqil: Penafsiran Pemahaman Pancasila Bukan Monopoli Penguasa

Prabowo Minta Pendukungnya Tidak Berbondong-bondong ke MK

Prabowo Minta Pendukungnya Tidak Berbondong-bondong ke MK

MUI Setuju Produsen ‘Terompet al-Qur’an’ Dipidanakan

MUI Setuju Produsen ‘Terompet al-Qur’an’ Dipidanakan

Baca Juga

Berita Lainnya