Selasa, 6 Juli 2021 / 26 Zulqa'dah 1442 H

Nasional

Anggota DPR RI Komisi IV Sebut Pertanian Adalah Hidup Mati Bangsa

DPR RI Komisi IV Republika
Rapat paripurna DPR RI Masa Sidang IV dan pengambilan keputusan tingkat II RUU Cipta Kerja, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (05/10/2020).
Bagikan:

Hidayatullah.com–Anggota Komisi IV DPR RI mengungkapkan, bahwa saat ini negara dihadapkan dengan kenyataan pahit, bahwa hampir semua kebutuhan pangan masyarakat disediakan dari impor, sepeti gula, daging, garam, dan yang lainya. Menurutnya impor bahan pangan sebenarnya merupakan akibat buruknya pengelolaan pangan dalam negeri.

Tumpang tindih kewenangan dan sulitnya melakukan koordinasi antar kementerian dan lembaga adalah masalah yang masih kerap terjadi di negeri ini. “Oleh karena itu saya mengingatkan kepada pemerintah agar tidak main-main dalam persoalan pangan, sebab pertanian adalah hidup mati bangsa,” kata anggota Komisi IV DPR RI, Slamet saat menyampaikan interupsi pada Rapat Paripurna, di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (23/03/2021).

Menurutnya rencana impor 1 juta ton beras oleh pemerintah merupakan langkah yang tidak berpihak pada petani dalam negeri. Penolakan yang masif dari masyarakat tidak boleh diabaikan oleh pemerintah. “Maka berdasarkan fakta-fakta ini, mengapa pemerintah tetap ngotot melakukan impor beras. Apakah negara ini telah kalah dengan mafia impor, sehingga mengabaikan penderitaan petani,” ungkap Slamet.

Politisi Fraksi PKS ini mengatakan, jangan sampai rencana impor beras membentuk narasi publik, bahwa pemerintah telah secara sengaja melemahkan petani Indonesia. “Oleh karena itu melalui forum yang mulia ini, agar DPR meminta kepada Presiden agar membatalkan impor beras. Kalau kemudian tetap dilakukan impor, maka sebagai tanggung jawab kepada rakyat agar Pimpinan membentuk pansus,” harap Slamet.

Mengakhiri pernyataanya, dia pun mengingatkan kepada pemerintah agar patuh pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan segera membentuk Badan Pangan Nasional sebagai amanah dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Respons Ironi Pertanian, Muhammadiyah Dukung Gerakan Tani Bangkit

Respons Ironi Pertanian, Muhammadiyah Dukung Gerakan Tani Bangkit

Saudi tuntaskan Bantuan Kemanusiaan di Aceh

Saudi tuntaskan Bantuan Kemanusiaan di Aceh

Kasus Reklamasi, Amien Rais: Indonesia Sedang Dijual Perlahan

Kasus Reklamasi, Amien Rais: Indonesia Sedang Dijual Perlahan

Bangladesh Ikut Menindas Etnis Rohingya

Bangladesh Ikut Menindas Etnis Rohingya

Penyelenggara Miss World Bergerilya Cari Dukungan

Penyelenggara Miss World Bergerilya Cari Dukungan

Baca Juga

Berita Lainnya