Ahad, 17 Oktober 2021 / 10 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Ketua MPR Minta Kemendikbud Tidak Buru-buru Buka Sekolah

kesejahteraan guru Parlementaria
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet).
Bagikan:

Hidayatullah.comKetua MPR RI Bambang Soesatyo meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim tidak terburu-buru membuka kembali sekolah di tengah pandemi Covid-19. Ia menyebut meski kasus menurun, tapi tetap harus waspada.

Hal itu menanggapi wacana Nadiem yang mewajibkan sekolah menggelar tatap muka terbatas setelah vaksinasi kedua guru dan tenaga didik selesai.

“Mendorong pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan/Kemdikbud, agar tidak terburu-buru dalam menetapkan kebijakan tersebut dan harus melalui pertimbangan yang matang, mengingat walaupun kasus Covid-19 disinyalir mengalami penurunan, namun kewaspadaan tetap harus dijaga di tengah situasi yang masih dinyatakan pandemi,” kata Bambang dalam keterangannya, Jumat (19/03/2021).

Bamsoet sapaan akrabnya meminta pemerintah tetap memperhatikan perkembangan kasus Covid-19 di wilayahnya sebagai pertimbangan untuk mewajibkan pembukaan sekolah. Juga memperhatikan kedisiplinan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan.

“Pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud, tetap memperhatikan perkembangan angka kasus Covid-19 di setiap wilayah sebagai salah satu pertimbangan untuk mewajibkan pembukaan sekolah,” kata Bambang.

Lebih lanjut Politikus Golkar itu meminta Kemendikbud bersama Dinas Pendidikan untuk melakukan simulasi sebelum membuka sekolah. Karena butuh pengawasan dan perhatian ketat terhadap anak didik. Serta butuh sarana, prasarana, infrastruktur dan prosedur yang jelas untuk menerapkan pembelajaran tatap muka. Termasuk meminta izin dengan wali murid.

“Mengingat pentingnya izin dan peran orang tua siswa dalam membantu anaknya mempersiapkan diri menghadapi PTM dan bagaimana menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan covid-19 di lingkungan sekolah, serta memberikan arahan kepada orang tua murid yang masih belum mengizinkan anaknya untuk melakukan kegiatan PTM di sekolah,” terangnya.

Selain itu, Bamsoret mengimbau pemerintah agar mengalokasikan dana bantuan operasional sekolah secara tepat sasaran dan memastikan bisa digunakan untuk menunjang pembelajaran tatap muka.

“Serta memastikan sekolah dapat menggunakan dana BOS tersebut untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan penunjang kegiatan PTM di sekolah,” tukasnya.*

Baca juga: Guru dan Tenaga Didik Sudah Divaksinasi Covid-19, Kemendikbud: Sekolah Tatap Muka Sudah Bisa Dimulai

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

PPN Jasa Sekolah

Dinas Pendidikan DKI Sebut PTM di Jakarta Bertambah jadi 1.509 Sekolah

Fatwa MUI Jatim Soal Syiah Dinilai Perlu Penjelasan di Akar Rumput

Fatwa MUI Jatim Soal Syiah Dinilai Perlu Penjelasan di Akar Rumput

BMOIWI Desak Pemerintah Keluarkan Pelarangan LGBT

BMOIWI Desak Pemerintah Keluarkan Pelarangan LGBT

Bazis Jaktim Akan Bantu Fakir-Miskin Senilai Rp 592 Juta

Bazis Jaktim Akan Bantu Fakir-Miskin Senilai Rp 592 Juta

Din: Pemberantasan Terorisme Jangan Sampai Menjadi Bumerang Bagi Densus 88

Din: Pemberantasan Terorisme Jangan Sampai Menjadi Bumerang Bagi Densus 88

Baca Juga

Berita Lainnya