Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Gandeng 20 Kampus, Badan Wakaf Indonesia Harapkan Hal ini

Bagikan:

Hidayatullah.comBadan Wakaf Indonesia (BWI) bakal melaunching program baru bernama Pusat Antar Universitas (PAU). Program PAU ini dikerjasamakan dengan 20 perguruan tinggi di Indonesia untuk menguatkan data wakaf.

“BWI akan me-launching pendirian PAU bidang perwakafan secara serentak bersama 20 perguruan tinggi di Indonesia secara hybrid (melalui offline dan online virtual Zoom Meeting) pada Kamis (18/03/2020) pagi di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Jawa Barat,” kata Ketua Pelaksana BWI Mohammad Nuh, dalam keterangan tertulis, Rabu (17/03/2021).

PAU bidang perwakafan yang diluncurkan sekarang ini menggandeng perguruan tinggi negeri dan swasta sebagai anggotanya, atau disebut dengan istilah ‘Institutional Membership’. Bersamaan dengan event peluncuran PAU bidang perwakafan, juga akan digelar webinar online dengan tema ‘Menguatkan Peran Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Nasional di Bidang Wakaf’, dengan narasumber dari beberapa perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Dengan lahirnya PAU bidang perwakafan, Mantan Menteri Pendidikan ini berharap dapat memberikan output berupa penguatan database wakaf, BWI Working Paper Series (BWPS) yang ditargetkan sebulan sekali terbit, dan lainnya.

“Output PAU nantinya penguatan database wakaf, BWI Working Paper Series (BWPS), ditargetkan sebulan sekali terbit, jurnal Al-Awqaf, publikasi lain (jurnal internasional, konferensi, artikel media massa, dan lain-lain),” ujar Nuh.

Nuh menuturkan, dengan terbentuknya PAU bidang perwakafan, nantinya bisa tercipta beragam produk keilmuan wakaf dari Indonesia, pengelolaan wakaf yang profesional, transparan dan akuntabel, serta lahirnya kebijakan berbasis riset yang memperkuat sistem perwakafan. Kehadiran PAU bidang perwakafan diharapkan menjadi pionir terciptanya digitalisasi data wakaf yang terintegrasi dalam satu data base nasional dan bisa diakses semua elemen masyarakat.

“Untuk membantu literasi dan sosialisasi wakaf, sudah saatnya melakukan migrasi transformasi digital sistem untuk perkembangan perwakafan nasional guna meningkatnya kepercayaan masyarakat dan akuntabilitas nazhir,” pungkas mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu.

Selain dihadiri 20 perguruan tinggi ternama, rencananya, launching program baru Badan Wakaf Indonesia ini akan diikuti ribuan peserta yang terdiri dari perwakilan Kementerian Agama pusat dan daerah, pengurus BWI perwakilan tingkat provinsi, kabupaten atau kota, Lembaga Keuangan Syariah (LKS-Penerima Wakaf Uang), ormas Islam ternama di Indonesia, stakeholder terkait, mahasiswa, pemerhati wakaf, dan masyarakat umum melalui virtual Zoom Meeting.*

Baca juga: Wakaf versus Miras perspektif Pancasila

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Dinilai Ada Misi, Muhammadiyah Tak Perpanjang Kerjasama dengan Iranian Corner

Dinilai Ada Misi, Muhammadiyah Tak Perpanjang Kerjasama dengan Iranian Corner

MK Putuskan Uji Materiil UU Pornografi Hari Ini

MK Putuskan Uji Materiil UU Pornografi Hari Ini

Jenguk Tessy, Ustad Arifin Ilham Ajak Tak Putus Dari Rahmat Allah

Jenguk Tessy, Ustad Arifin Ilham Ajak Tak Putus Dari Rahmat Allah

Habib Rizieq: FPI Bubar, Ganti ”Front Perdamaian Islam”

Habib Rizieq: FPI Bubar, Ganti ”Front Perdamaian Islam”

Dalang Ki Entus Ingin Diundang Di Acara Munas MUI Se-Indonesia

Dalang Ki Entus Ingin Diundang Di Acara Munas MUI Se-Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya