Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Bagaimana Hukum Vaksinasi Covid-19 saat Berpuasa? MUI Keluarkan Fatwanya

Azim Arrasyid/hidayatullah.com
[File] Asrorun Ni’am Sholeh, Ketua MUI Bidang Fatwa.
Bagikan:

Hidayatullah.com- Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 pada Saat Berpuasa. Langkah ini diambil mengingat kurang dari sebulan akan masuk bulan Ramadhan 1442 Hijriyah. Khusus terkait vaksinasi sendiri, Komisi Fatwa MUI Pusat sudah pernah mengeluarkan Fatwa Nomor 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi.

“Ini sebagai panduan bagi umat Islam agar dapat menjalankan puasa Ramadhan dengan memenuhi kaidah keagamaan. Pada saat yang sama, ini dapat mendukung upaya mewujudkan herd immunity melalui vaksinasi Covid-19 secara masif,” ujar Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh dalam sidang pleno, Selasa (16/03/2021) di Jakarta.

Asrorun menyampaikan vaksinasi adalah pemberian vaksin dengan cara disuntikkan atau diteteskan ke dalam mulut, untuk meningkatkan produksi antibodi guna menyangkal penyakit tertentu. Pada kasus vaksinasi Covid-19 ini, jenis vaksin yang digunakan dengan menyuntikkan obat atau vaksin melalui otot. Model ini dikenal juga dengan istilah injeksi intramuskular.

“Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuskular (suntik) tidak membatalkan puasa. Hukum melakukan vaksinasi Covid-19 bagi umat Islam yang sedang berpuasa dengan cara injeksi intramuskular adalah boleh, sepanjang tidak menyebabkan bahaya (dharar),” ujarnya.

Dalam fatwa MUI, kata Asrorun merekomendasikan pemerintah melakukan vaksinasi Covid-19 pada bulan Ramadhan. Sehingga penularan Covid-19 dapat dicegah. Vaksinasi pada bulan Ramadhan tersebut juga harus memperhatikan kondisi umat Islam yang sedang berpuasa.

Lebih lanjut, Asrorun merekomendasikan agar vaksinasi bisa dilaksanakan pada malam hari. Jika vaksinasi dilaksanakan pada siang hari, dikhawatirkan bisa membahayakan masyarakat yang sedang berpuasa karena kondisi fisik mereka lemah.

“Umat Islam wajib berpartisipasi dalam program vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan oleh Pemerintah untuk mewujudkan kekebalan kelompok dan terbebas dari wabah Covid-19,” ungkapnya.* Azim Arrasyid

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

MUI: Karena Saudara Kandung, Soal Jilbab Mestinya TNI Ikuti Polri

MUI: Karena Saudara Kandung, Soal Jilbab Mestinya TNI Ikuti Polri

Pimpinan MPR: Masjid Sarana Tingkatkan Kualitas Umat & Bangsa

Pimpinan MPR: Masjid Sarana Tingkatkan Kualitas Umat & Bangsa

Terpidana Bom Bali Dinusakambangkan

Terpidana Bom Bali Dinusakambangkan

PKS Jalin Silaturahim dengan Habib Rizieq, Dukung Semangat Revolusi Akhlak

PKS Jalin Silaturahim dengan Habib Rizieq, Dukung Semangat Revolusi Akhlak

Tukang Becak: Boleh Gak Saya Menyumbang Ala Kadarnya untuk Suriah?

Tukang Becak: Boleh Gak Saya Menyumbang Ala Kadarnya untuk Suriah?

Baca Juga

Berita Lainnya