Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Indonesia dan 17 Negara Lain Tangguhkan Vaksin AstraZeneca

Bagikan:

Hidayatullah.comPemerintah memutuskan menunda penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca di Indonesia, setelah mendapat laporan efek samping penggumpalan darah di sejumlah negara.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito menyebut, saat ini pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan Badan Kesehatan Dunia (WHO), Badan Pengawas Obat Inggris (MHRA), dan Otoritas Kesehatan Eropa (EMA).

“Untuk kehati-hatian, kami masih dalam proses berkomunikasi dengan WHO dan SAGE. Kemudian, hasil komunikasi tersebut akan dibahas tim lintas sektor. Tentunya juga dengan Kemenkes, untuk diputuskan soal penggunaan AStraZenca dalam vaksinasi nasional. Harapannya tidak terlalu lama,” kata Penny dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI, di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/03/2021).

Meski begitu Penny memastikan nomor kode pembuatan Astrazeneca yang ditunda di berbagai negara karena kasus penggumpalan darah, berbeda dengan vaksin yang baru datang ke Indonesia pekan lalu.

“Kami bisa melihat bahwa, nomor batch yang saat ini ditangguhkan penggunaannya di beberapa negara Uni Eropa, tidak termasuk pada nomor batch yang masuk ke Indonesia,”ujarnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan juga masih menanti fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia untuk vaksin AstraZeneca, yang menurut Menkes Budi Gunadi Sadikin akan diputuskan dalam waktu dekat.

Sebelumnya, beberapa negara di Eropa seperti Austria, Denmark, Norwegia, Islandia, Luksemburg, Estonia, Latvia, Romania, Lithuania, Italia, Thailand, Irlandia, dan Belanda yang menghentikan sementara penggunaan vaksin asal Inggris, AstraZeneca.

Indonesia sendiri akan mendapatkan 11.704.800 dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca melalui kerja sama multilateral Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) COVAX Facility bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sejauh ini baru datang sebanyak 1.113.600 dosis yang mendarat di tanah air pada Senin (08/03/2021) lalu, sisanya diharapkan bisa sampai pada Mei 2021.

“Pada hari ini Indonesia menerima pengiriman pertama vaksin AstraZeneca sebesar 1.113.600 vaksin jadi, dengan total berat 4,1 ton yang terdiri dari 11.136 karton,” kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dalam tayangan yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (08/03/2021).*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Kata Kemlu soal Mahasiswa diduga Korban Kerja Paksa di Taiwan

Kata Kemlu soal Mahasiswa diduga Korban Kerja Paksa di Taiwan

Din Syamsuddin Mengaku Berhenti dari MUI dan Tak Ikut Munas X karena Alasan Ini

Din Syamsuddin Mengaku Berhenti dari MUI dan Tak Ikut Munas X karena Alasan Ini

MHTI: Partisipasi Perempuan di Dunia Kerja adalah Eksploitasi

MHTI: Partisipasi Perempuan di Dunia Kerja adalah Eksploitasi

Pemblokiran Situs Media Islam Dinilai Tindakan “Terorisme Negara”

Pemblokiran Situs Media Islam Dinilai Tindakan “Terorisme Negara”

Gubernur Jatim Khofifah Minta Maaf kepada Warga Papua

Gubernur Jatim Khofifah Minta Maaf kepada Warga Papua

Baca Juga

Berita Lainnya