Sabtu, 18 September 2021 / 11 Safar 1443 H

Nasional

Kemenag Terjunkan Penyuluh Agama Islam untuk Penganut Paham Hakekok Balakasuta

Penyuluh agama kemenag
Bagikan:

Hidayatullah.com–Kementerian Agama (Kemenag) telah menerjunkan Penyuluh Agama Islam (PAI) untuk mengedukasi penganut ‘Hakekok Balakasuta’ di Pandeglang, Banten.

“Saya bersama teman-teman penyuluh lainnya sudah ke lokasi, melihat langsung bagaimana kondisinya,” kata Penyuluh Agama Ciegeulis Kabupaten Pandeglang Mahli Yudin seperti yang Hidayatullah lihat dari web Kemenag, Sabtu (13/03/2021).

Sebelumnya, beredar kabar sekelompok warga yang diketahui tergabung dalam pengikut ‘Hakekok Balakasuta’ melakukan ritual bugil hingga akhirnya viral di media sosial (medsos). Hal ini juga mengejutkan warga Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang diketahui menjadi tempat berlangsungnya ritual tersebut.

“Kepolisian telah mengamankan 16 orang pengikut aliran Hakekok Balakasuta tersebut enam belas orang yang melakukan ritual tersebut diantaranya lima perempuan dewasa, delapan laki-laki, dan tiga anak-anak. Ritual Hakekok itu dilakukan di penampuangan air PT GAL, di tengah perkebunan kelapa sawit di Desa Karangbolong,” jelas Mahli Yudin.

Mahli menjelaskan, kegiatan ritual tersebut baru dilaksanakan satu kali, dengan tujuan membersihkan diri dari segala dosa dan menjadikan diri lebih baik. Aliran tersebut mengadopsi dari ajaran Hakekok yang di bawa oleh almarhum Abah Edi, dan diteruskan oleh Arya dengan ajaran Balaka Suta Pimpinan Abah Surya Leuweng Kolot.

“Ke depan kami (penyuluh agama) juga kan melibatkan tokoh agama setempat untuk memberikan pembinaan secara keagamaan dan pendekatan secara kultur budaya terhadap penganut aliran ini,” ungkap Mahli Yudin.

Aliran Hakekok, menurut Mahli sudah lama muncul di Pandeglang Banten. Aliran ini pernah dikembangkan di padepokan atau majelis zikir di Desa Sekon, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang.

“Aliran Hakekok ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2009, waktu itu sampai membuat keresahan warga yang secara spontan langsung melakukan pembakaran padepokan tempat aliran itu. Kami terus berupaya memantau agar hal itu tidak terjadi lagi,” paparnya.

Mahli Yudin pun menyampaikan saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, pemerintah kabupaten, tokoh agama, dan lainnya untuk memastikan tidak terjadi keributan dan tindakan main hakim sendiri.

“Dan kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian, pemerintah kabupaten, tokoh agama, dan lainnya, untuk memastikan agar tidak terjadi keributan, dan tindakan main hakim sendiri,” ungkapnya.*

Baca juga: Ketua dan Anggota Aliran Sesat Aum Shinrikyo Dieksekusi

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Sempat Olok-olok Sorban, Pendeta Theo Akhirnya Minta Maaf

Sempat Olok-olok Sorban, Pendeta Theo Akhirnya Minta Maaf

Resepsi Mewah Sebabkan Pemuda Tunda Pernikahan

Resepsi Mewah Sebabkan Pemuda Tunda Pernikahan

PT Pindad Akan Luncurkan Kendaraan Taktis Maung Versi Sipil

PT Pindad Akan Luncurkan Kendaraan Taktis Maung Versi Sipil

Wapres: Sejak Lama, Pesantren  Berperan Ciptakan Kedamaian Indonesia

Wapres: Sejak Lama, Pesantren  Berperan Ciptakan Kedamaian Indonesia

Presiden Bayar Zakat Senilai Rp 26 Juta

Presiden Bayar Zakat Senilai Rp 26 Juta

Baca Juga

Berita Lainnya