Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Bosphorus Summit, Indonesia Tawarkan Digital Ekonomi di Turki

istimewa
Bagikan:

Hidayatullah.com- Duta Besar Indonesia untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan, Indonesia melihat bahwa ekonomi digital bisa menjadi salah satu jalan keluar dari kemandekan ekonomi global akibat wabah Covid-19. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia terus mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi digital, bahkan sebelum 2020.

Demikian disampaikan Dubes Iqbal saat menjadi pembicara di Bosphorus Summit di Istanbul (08-09/03/2021). Bosphorus Summit adalah forum strategis di Kawasan Balkan yang digelar setiap tahun di Istanbul, Turki. Forum ini dihadiri oleh para CEO, pembuat kebijakan, politisi, akademisi, wartawan senior, serta aktivis sosial dan LSM dari negara-negara di Kawasan Balkan.

Bosphorus Summit edisi ke-11 ini adalah forum strategis skala internasional pertama yang diselenggarakan di Turki sejak terjadinya pandemi Covid-19 tahun lalu. KBRI Ankara menjadi mitra strategis dalam Bhosporus Summit kali ini.

Dubes Iqbal mengatakan, wabah Covid-19 menciptakan dua kecenderungan yang berlawanan. Pada satu sisi menciptakan kebutuhan kerja sama internasional yang lebih kuat, namun di sisi lain negara-negara semakin menutup diri.

“Ekonomi digital dapat menjadi solusi. Karena ekonomi digital bersifat lintas batas dan tidak terhalang oleh jarak serta sektor. Bila berkembang dalam ekosistem yang baik, ekonomi digital dapat menciptakan digital spill over ke sektor ekonomi non-digital,” ujar Dubes Iqbal sebagaimana siaran pers diterima hidayatullah.com, Selasa (09/03/2021).

“Menurut Oxford Economic, nilai ekonomi digital dunia pada tahun 2016 sebesar $ 11 triliun dan pada tahun 2025 akan menjadi $ 23 triliun. Tahun ini diperkirakan nilai ekonomi digital Indonesia saja bisa mencapai $ 40 miliar. Di Turki nilai ekonomi digital mendekati $ 15 miliar dan ditargetkan mencapai $ 30 miliar pada tahun 2023. Karena itu, baru-baru ini Indonesia dan Turki sudah mulai mendorong ke arah kerja sama ekonomi digital,” tambah Dubes.

Selain Dubes Indonesia, tiga Dubes lainnya yang menjadi pembicara dalam sesi khusus mengenai “Kerja sama Internasional di Era Ketidakpastian” adalah Dubes India, Dubes Perancis, dan Dubes Inggris untuk Turki.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Pernyataan “Garis Keras”nya Berpolemik, Mahfud MD Minta Maaf

Pernyataan “Garis Keras”nya Berpolemik, Mahfud MD Minta Maaf

Ormas Islam Waspadai Politisasi Kasus NII

Ormas Islam Waspadai Politisasi Kasus NII

Dinilai Vonis 2 Tahun Penjara Ahok Tak Memuaskan, PK Jangan Diterima

Dinilai Vonis 2 Tahun Penjara Ahok Tak Memuaskan, PK Jangan Diterima

Wapres JK: Pemuda Muhammadiyah Harus Fokus Tujuan Organisasi

Wapres JK: Pemuda Muhammadiyah Harus Fokus Tujuan Organisasi

Kesehatan KH Miftah Farid Sudah Membaik

Kesehatan KH Miftah Farid Sudah Membaik

Baca Juga

Berita Lainnya