Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

PKS Tegaskan Agama Jadi Bagian Integral Visi Pendidikan Nasional

Agama pendidikan nasional zulkarnain/hidayatullah.com
Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini.
Bagikan:

Hidayatullah.com — Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengapresiasi dan mendukung kritik yang dilontarkan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir terhadap Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035 yang disusun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Pasalnya peta jalan itu disinyalir tidak sejalan dengan UUD 1945 Pasal 31 tentang Sistem Pendidikan Nasional, terutama tidak dicantumkannya frasa ‘agama’ dalam visi pendidikan Indonesia 2035.

“Kritik Ketum Muhammadiyah Profesor Haedar Nashir sangat fundamental dan elementer. Bagaimana mungkin agama iman dan takwa tidak termaktub dalam visi peta jalan pendidikan Indonesia, padahal hal itu jelas ada dalam visi pendidikan nasional menurut UUD 1945 dan UU Sisdiknas,” kata Jazuli melalui keterangannya, Senin (08/03/2021).

Sikap PP Muhammadiyah itu sejalan dengan sikap Fraksi PKS melalui anggotanya di Komisi Pendidikan. Ketua Fraksi PKS DPR ini telah mengecek dan mendengar penjelasan Anggota PKS di Komisi X DPR bahwa Peta Jalan tersebut juga telah mendapat respon dan kritik tajam dari Anggotanya, mulai dari alas hukum, hingga paradigmanya yang tidak mengacu pada UU Sisdiknas dan UUD 1945.

“Atas seluruh kritik dan masukan akhirnya di Komisi X hanya diakui sebagai pra konsep dan bukan peta jalan pendidikan. Untuk sampai pada peta jalan harus dilakukan secara cermat, dibahas secara terbuka dan transparan, melibatkan seluruh stakeholder pendidikan nasional, dan terpenting wajib merujuk UUD 1945 dan UU Sisdikanas,” terang Jazuli.

Anggota Komisi I DPR Dapil Banten ini mengucapkan terima kasih kepada ormas Islam seperti Muhammadiyah yang secara tekun dan konsisten menjaga ruh pendidikan nasional yang membentuk karakter generasi bangsa yang utuh dan menyeluruh baik secara kognitif, afektif, dan konatif.

“Pendidikan kita menurut konstitusi mementingkan karakter keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia sebagai pondasi kecerdasan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga benar-benar memadukan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual. Jadi peran agama sangat penting, jangan sampai dihilangkan sehingga pendidikan menjadi sekularistik,” tandas Jazuli.

Baca juga: Klarifikasi Soal Hilangnya Frasa Agama dalam Peta Jalan Pendidikan, Kemendikbud: Belum Final

Pasal 31 UUD 1945 jelas menegaskan : Ayat (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan Undang-Undang. Lalu disambung Ayat (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

Sementara Visi Pendidikan Indonesia 2035 berbunyi, ‘Membangun rakyat Indonesia untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang unggul, terus berkembang, sejahtera, dan berakhlak mulia dengan menumbuhkan nilai-nilai budaya Indonesia dan Pancasila.’

“Dalam visi tersebut, frasa ‘agama’ tidak termaktub. Justru budaya masuk sebagai acuan nilai mendampingi Pancasila. Padahal UUD 1945 Pasal 31 jelas menempatkan agama sebagai rujukan nilai pendidikan berdampingan dengan nilai-nilai kebangsaan dan tujuan bernegara,” pungkas Jazuli.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Untuk Entaskan Kemiskinan, Belanja Negara Harus Efisien dan Efektif

Untuk Entaskan Kemiskinan, Belanja Negara Harus Efisien dan Efektif

3 Tahun Jokowi-JK Dinilai Masih Punya Banyak PR

3 Tahun Jokowi-JK Dinilai Masih Punya Banyak PR

Anggota DPR: PNS Tak Produktif dan Moral Hazard Pecat Saja!

Anggota DPR: PNS Tak Produktif dan Moral Hazard Pecat Saja!

Belajar dari Kasus Roger Danuarta, Selektiflah Berteman

Belajar dari Kasus Roger Danuarta, Selektiflah Berteman

UGM Masuk Peringkat Kampus Terbaik di Asia Tenggara dan Asia

UGM Masuk Peringkat Kampus Terbaik di Asia Tenggara dan Asia

Baca Juga

Berita Lainnya