Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Rencana Pemekaran Mestinya untuk Peningkatan IPM Orang Asli Papua, Bukan Kepentingan Elite Politik

Bagikan:

Hidayatullah.com– Wakil Ketua Fraksi Bidang Politik Hukum dan HAM FPKS DPRRI, Sukamta, mendukung rencana pemerintah yang akan melakukan pemekaran di Papua. Pihaknya mendukung rencana pemekaran agar Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meliputi kesejahteraan, kualitas hidup, pendidikan, kesehatan Orang Asli Papua (OAP) meningkat.

“Kami sangat mendukung pemekaran Papua asalkan benar-benar untuk peningkatan kualitas manusia Papua. Kemudian, pemerintah memperhatikan aspirasi rakyat Papua dan memiliki rencana strategis serta implementasi secara bertahap membangun manusia-manusia Papua. Pemekaran harus mampu meningkatkan Index Pembangunan Manusia (IPM) Papua dan Papua Barat yang hingga saat ini setiap tahun selalu berada di bawah rata-rata IPM nasional,” ujar Sukamta dalam pernyataaannya (04/03/2021).

Anggota Komisi I DPR RI menyatakan selama 20 tahun pelaksanaan Otonomi Khusus Papua, pemerintah pusat terkesan hanya memberikan dana dari pusat ke daerah, kemudian membiarkan dana tersebut dikelola secara bebas oleh pemerintah daerah Papua dan Papua Barat.

“Dana puluhan triliun digelontorkan untuk Otsus namun dalam implementasi, pengawalan, dan evaluasi terhadap hasil masih jauh sekali dari harapan rakyat Papua. Dana Otsus lebih banyak dialokasikan untuk belanja birokrasi pemerintahan seperti belanja pegawai, belanja barang dan jasa. Sedangkan kebutuhan layanan publik yang menyentuh rakyat secara langsung minim dan tidak berjalan baik,” sebutnya.

Secara khusus anggota DPR RI asal Dapil DI Yogyakarta ini menekankan bahwa pemekaran, otonomi khusus harus memprioritaskan subjek utama yaitu Orang Asli Papua.

“Pendekatan pembangunan manusia Papua harus khusus tertuju pada Orang Asli Papua (OAP) yang selama ini merasa terpinggirkan, termarjinalkan, inferior, dan merasa hanya diperalat saja. OAP merasa makin tersisih dengan hadirnya para pendatang ari berbagai daerah di Indonesia. Ini problem serius dan pemerintah harus fokus menyelesaikannya. Persoalan pemekaran, dana otsus hanyalah metode atau sarana sedangkan sasaran, rencana penyelesaian, implementasi, monitoring, dan evaluasi harsu dilakukan dengan baik dan ketat agar tidak terulang lagi kegagalan dana otsus dan pemekaran wilayah,” ujarnya.

Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri DPP PKS dalam pernyataan penutupnya, mengingatkan pemerintah bahwa pendekatan pemerintah di Papua harus menyentuh akar masalah Papua. Yaitu diskriminasi dan rasialisme, pembangunan di Papua yang mengangkat kesejahteraan Orang Asli Papua, pelanggaran HAM serta soal status dan sejarah politik Papua.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Atur KLM, Bank Syariah Sambut Murabahah

Atur KLM, Bank Syariah Sambut Murabahah

Indonesia Siap Dipilih Kembali Jadi Sekjen World Zakat Forum

Indonesia Siap Dipilih Kembali Jadi Sekjen World Zakat Forum

Kunjungi Al-Azhar Indonesia, Ahmad Ath Thayyib Ulangi Sejarah 50 Tahun Silam

Kunjungi Al-Azhar Indonesia, Ahmad Ath Thayyib Ulangi Sejarah 50 Tahun Silam

Tabligh Akbar di Makassar Serukan Persatuan Ummat

Tabligh Akbar di Makassar Serukan Persatuan Ummat

Ustadz Adi Hidayat: Mari Kita Bersatu, Hindari yang Tak Produktif

Ustadz Adi Hidayat: Mari Kita Bersatu, Hindari yang Tak Produktif

Baca Juga

Berita Lainnya