Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Persis: Miras Induk Segala Kejahatan, Harusnya Buat Peraturan untuk Mencegahnya

istimewa
Waketum PP Persis yang juga Ketua MUI Pusat, Dr Jeje Zainuddin.
Bagikan:

Hidayatullah.com- Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis), Dr Jeje Zaenudin sangat menyayangkan sebagian isi Perpres Nomor 10 tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Di mana di dalamnya memberi kelonggaran investasi asing pada produksi minuman keras/beralkohol hingga kepada tingkat pengecernya.

Bagi pihak yang ingin melegalkan miras, jelas Ustadz Jeje, sapaannya, tentu jadi tambahan alasan untuk menolak pasal-pasal yang mengekang investasi dan peredaran miras secara terbuka, dengan argumen agar selaras dengan Perpres itu.

“Sebagai bangsa dan masyarakat religius, kita harus berpedoman kepada norma dasar agama yang menyatakan bahwa al khamru, ummul khabaaits, minuman keras adalah induk segala kejahatan,” kata Jeje dalam keterangannya, Ahad (28/02/2021).

“Presiden RI Joko Widodo dalam hal ini seperti mengabaikan tanggung jawab moralnya atas masa depan akhlak bangsa,” imbuhnya menyinggung regulasi yang melegalkan miras di sejumlah provinsi tersebut.

Baca: Seperti Bukan Kyai Ma’ruf Saja Wapresnya

Baca: Muhammadiyah Prihatin Pemerintah Bolehkan Industri Minuman Keras

Harusnya, kata Ketua MUI Bidang Seni dan Budaya ini, segala peluang yang bisa menimbulkan dampak kerusakan akhlak dicegah melalui peraturan. Bukan sebaliknya malah diberi legalitas hanya karena mengharap keuntungan materil dengan masuknya investasi asing.

“Menurut hemat saya, bagaimanapun peraturan perundang-undangan di Indonesia tidak boleh mengabaikan norma agama dan budaya bangsa yang religius,” ujarnya.

“Dampak kerusakan moral anak bangsa akan jauh lebih besar harganya dibanding harapan keuntungan materi,” katanya menambahkan.

Perpres itu pun, tambah Jeje, tidak mempertimbangkan RUU tentang larangan miras yang sedang dibahas di DPR. Sekiranya bertentangan dengan aspirasi masyarakat yang sedang diserap dalam pembahasan di DPR, tentu menjadi tambah kontroversial.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Pembangunan Masjid Bersejarah ‘Karang Bugis’ Hampir 17 Persen

Pembangunan Masjid Bersejarah ‘Karang Bugis’ Hampir 17 Persen

MUI Sambut Kehadiran MIUMI

MUI Sambut Kehadiran MIUMI

Pelajar Ramai-ramai Bakar Gambar Bintang “Peterporn”

Pelajar Ramai-ramai Bakar Gambar Bintang “Peterporn”

MIUMI Lantik Pengurus Wilayah daerah Istimewa Aceh

MIUMI Lantik Pengurus Wilayah daerah Istimewa Aceh

Sebutan Untuk ‘Artis Busuk’

Sebutan Untuk ‘Artis Busuk’

Baca Juga

Berita Lainnya