Ahad, 26 September 2021 / 18 Safar 1443 H

Nasional

Jokowi Targetkan Juli 2021 Sekolah Dibuka, Ketua Komisi 10 DPR: Harus Didukung

sekolah dibuka kembali juli
Bagikan:

Hidayatullah.com — Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda menyambut baik pernyataan Presiden Joko Widodo yang menargetkan Juli 2021 sekolah dibuka kembali. Maka dengan itu Ia berharap target vaksinasi lima juta tenaga pendidik bisa segera dituntaskan.

“Kami menilai target Presiden Jokowi untuk membuka sekolah dan mengadakan pembelajaran tatap muka Juli mendatang harus didukung. Dengan demikian ancaman loss learning bagi anak-anak kita bisa diminimalkan,” ujar Huda dalam keterangannya, Kamis, (25/02/2021).

Alasan Huda mendukung kembalinya pembelajaran tatap muka. Karena, ia melihat pembelajaran jarak jauh banyak dikeluhkan guru, siswa dan orangtua siswa. Ada keterbatasan gadget, kuota hingga akses internet tidak merata. Sehingga menurutnya, alternatif pembelajaran di tengah pandemi ini tidak maksimal. Peserta didik tidak mendapatkan kompetensi sesuai tingkatan.

“Harus diakui pembelajaran tatap muka saat ini masih merupakan metode terbaik di Indonesia. Oleh karena itu kami mendukung pembukaan sekolah di awal tahun ajaran baru nanti,”ungkapnya.

Huda mendukung pemerintah yang memulai proses vaksinasi lima juta tenaga didik. Hal ini menjadi langkah awal memastikan proses tatap muka di sekolah aman.

“Dengan vaksinasi para guru maka mereka mempunyai imunitas untuk meminimalkan penularan Covid-19 kepada anak didik mereka. Dengan demikian saat ini tinggal mengatur bagaimana protokol kesehatan bagi anak didik agar proses belajar mengajar bisa berlangsung aman,” jelasnya.

Politisi PKB ini juga mengingatkan beberapa protokol kesehatan yang harus diterapkan. Antara lain pembatasan jumlah siswa dalam kelas, adanya thermogun, wastafel, dan hand sanitizer. Termasuk kebersihan juga harus dijaga, juga kedisiplinan dalam menjaga jarak saat waktu istirahat.

“Nantinya sekolah harus mengatur jam sekolah dalam sistim shift sehingga tidak terjadi kerumunan. Bahkan jika perlu untuk tahap awal sekolah tidak menerapkan jam pelajaran secara penuh, tetapi bertahap sesuai dengan kondisi pandemi di tanah air. Yang penting sekolah tatap muka bisa dilakukan terlebih dahulu meski bertahap pelaksanaannya,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi meninjau pemberian vaksin Covid-19 tahap kedua bagi tenaga pendidikan yang berlokasi di SMAN 70 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/02/2021). Vaksinasi itu diberikan kepada tenaga pendidik, mulai dari guru hingga dosen.

“Tenaga pendidik, kependidikan, guru ini kita berikan prioritas agar nanti di awal semester kedua pendidikan tatap muka bisa kita mulai lakukan,” kata Jokowi.

Kepala negara itu juga menargetkan pemberian vaksin untuk tenaga pendidikan hingga Juni 2021 bisa capai 5 juta dosis vaksin. Sehingga sekolah dapat dibuka kembali pada Juli dan pembelajaran kembali seperti sediakala.

Baca juga: Ditemani Gubernur DKI Jakarta, Jokowi Tinjau Vaksinasi di SMAN 70 Jakarta

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Pimpinan Baru PERSIS Diharapkan Bisa Turun ke Daerah

Pimpinan Baru PERSIS Diharapkan Bisa Turun ke Daerah

Bahasa Arab Masuk Kurikulum Pendidikan di Gorontalo

Bahasa Arab Masuk Kurikulum Pendidikan di Gorontalo

Peradaban Islam Bisa Kalah oleh Mongol Karena Hilangnya Adab

Peradaban Islam Bisa Kalah oleh Mongol Karena Hilangnya Adab

Bias Berita Tentang Islam Diimpor dari AS

Bias Berita Tentang Islam Diimpor dari AS

Terdakwa Ahok Kembali Menodai Agama Diakui Pengacaranya sebagai Fakta

Terdakwa Ahok Kembali Menodai Agama Diakui Pengacaranya sebagai Fakta

Baca Juga

Berita Lainnya