Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

ACT Berkomitmen Menjaga Kedaulatan Pangan Indonesia

Bagikan:

Hidayatullah.comKetua Dewan Pembina Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyudin mengatakan persoalan pangan merupakan masalah mendasar dan terjadi dari hulu hingga hilir di sejumlah negara. Ahyudin mengungkapkan, berdasarkan indeks keberlanjutan pangan keluaran The Economist Intelligence Unit 2020, Indonesia berada di bawah Ethiopia dan Zimbabwe.

“Hal serupa terjadi pada indeks kelaparan global 2020. Indonesia tercatat meraih skor 19,1, jauh di bawah Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Filipina. Rangkaian fakta ini membawa Indonesia pada ancaman kerawanan pangan,” kata Ahyudin dalam keterangan tertulis yang diterima Hidayatullah.com, pada Rabu (24/02/2021).

Bahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa petani yang betugas memproduksi pangan, ternyata sebanyak 46,3% rumah tangga dari kalangan sektor ini menyumbang angka kemiskinan pada 2021.

“Berbagai persoalan pangan dari hulu hingga hilir tersebut mendorong ACT untuk bergerak lebih total dalam memulihkan kondisi itu. ACT dan Global Wakaf pun menggelar gerakan Sedekah Pangan Nasional untuk menciptakan ketahanan serta kedaulatan pangan bangsa,”ujarnya.

Adanya khawatiran krisis itu kemudian, Ahyudin beserta pihaknya meluncurkan gerakan Sedekah Pangan Nasional tersebut di Waqf Distribution Center (WDC) di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat (Jabar).

Sedekah, kata Ahyudin, menjadi komponen utama dalam gerakan tersebut. Sedekah tak hanya menjadi solusi permasalahan kehidupan, termasuk permasalahan pangan.

“Sedekah di tengah masyarakat kita identik dengan hal yang kecil. Padahal sesungguhnya, sedekah merupakan solusi besar, modal membangun peradaban,” bebernya.

Lebih jauh, Ahyudin mengatakan sedekah adalah ‘obat’ yang luar biasa. Oleh karena itu, ACT kembali menghadirkan gerakan agar peradaban dunia lebih baik. “Kali ini kami menghadirkan Gerakan Sedekah Pangan Nasional,” ucapnya.

Presiden ACT, Ibnu Khajar, menekankan, pangan menjadi fokus utama gerakan tersebut mengingat pangan merupakan salah satu sumber kehidupan. “Bahkan Allah selalu menyerukan besarnya pahala tentang memberi pangan ke orang lain,” katanya.

Dengan itu, ACT salah satu fokusnya ialah pemenuhan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan, mulai dari produsen pangan hingga konsumen pangan. *

Baca juga: ACT Ajak Peduli Lewat Program Bantuan Kesehatan – Humanity Care Line

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Jokowi Bahas Opsi 34 Kementerian dalam Kabinetnya

Jokowi Bahas Opsi 34 Kementerian dalam Kabinetnya

BKSAP DPR RI Desak Pemerintah untuk Kecam Sikap Presiden Perancis Emanuel Macron

BKSAP DPR RI Desak Pemerintah untuk Kecam Sikap Presiden Perancis Emanuel Macron

100 Polwan Polda Kalbar Sudah Berhijab

100 Polwan Polda Kalbar Sudah Berhijab

Jakarta Tergenang,  28 Kelurahan Terendam Banjir

Jakarta Tergenang, 28 Kelurahan Terendam Banjir

Ulah Lintah Darat: Pinjam 6 Juta Bayar 40 Juta

Ulah Lintah Darat: Pinjam 6 Juta Bayar 40 Juta

Baca Juga

Berita Lainnya