Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Prof Azyumardi Azra: Abdsurd Melaporkan Din Syamsuddin Radikal , GAR ITB Harus Tarik Laporannya

andi/hidayatullah.com
Guru Besar UIN Jakarta Prof Azyumardi Azra di sela-sela seminar nasional “Membedah Pemikiran Buya Hamka dalam bidang Teologi, Fiqh, Harakah, Sastra, Pendidikan dan Tasawuf”, Kamis (15/02/2018) di Aula Buya Hamka, Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Kelompok yang mengatasnamakan Gerakan Anti Radikalisme Alumni ITB (GAR ITB) yang melaporkan Din kepada Komisi Aparat Sipil Negara (KASN) sebagai radikal, anti-Pancasila dan anti-NKRI jelas mengada-ada. Demikian disampaikan Direktur Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Dr Azyumardi Azra.

Menurutnya, adalah absurd dan tidak masuk akal jika Prof Din Syamsuddin dilaporkan sebagai radikal. “Prof Din adalah salah satu gurubesar terkemuka UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dia memberikan banyak kontribusi bukan hanya pada UIN Jakarta, tapi juga  Muhammadiyah dan negara-bangsa Indonesia dengan mensosialisasikan pentingnya dialog dan perdamaian untuk membangun peradaban dunia yang lebih adil,” ujarnya dalam rilis yang diterima hidayatullah.com, Jumat (12/02/2021).

Selain itu, menurutnya, Prof Din sebagai Utusan Khusus Presiden (Jokowi) untuk Dialog dan Kerjasama antar-Peradaban dan saya melaksanakan Konsultasi Tingkat Tinggi (2019) di Bogor untuk konsolidasi dan penyebaran Wasathiyah Islam. “Dengan Wasathiyah Islam yang menjadi karakter Islam Indonesia ke dunia global, Islam dapat terwujud sebagai rahmatan lil ‘alamin—Islam yang damai yang kontributif untuk kemajuan peradaban,” katanya.

Baca: Abdul Mu’ti: Salah Alamat Menuduh Prof Din Radikal

Selanjutnya, mantan rektor IAIN/UIN Jakarta (1998-2006) mengimbau agar GAR ITB menarik laporannya. Menurutnya jika ada konflik kepentingan terkait dengan posisi Din Syamsuddin sebagai anggota MWA ITB sebaiknya diselesaikan secara baik-baik di lingkungan almamater-sivitas akademika dengan semangat perguruan tinggi yang berdasarkan obyektivitas dan kolegialitas.

Lebih jauh ia menghimbau agar sikap kritis Prof Din Syamsuddin kepada pemerintahan Presiden Jokowi tidak disikapi lingkungan perguruan tinggi secara kontra-produktif dan divisif.  “Kelompok yang mengatasnamakan sebagai kelompok alumni sepatutnya menempuh cara-cara yang tidak menimbulkan perpecahan dan konflik dalam masyarakat,” ujarnya.

Pada saat yang sama pimpinan KASN dan Kementerian Agama hendaknya dapat menilai masalah ini secara obyektif dan adil.  Dengan begitu dapat diciptakan suasana kepegawaian yang lebih kondusif terkait isyu sosial-politik.*

 

Rep: Ahmad
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Pengadilan Agama Pekanbaru Terima 602 Gugatan Perceraian

Pengadilan Agama Pekanbaru Terima 602 Gugatan Perceraian

Bisa Dicontoh, Peringatan Kemerdekaan RI Diisi Lomba Baca Al-Qur’an

Bisa Dicontoh, Peringatan Kemerdekaan RI Diisi Lomba Baca Al-Qur’an

Setahun Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, Komnas HAM Sebut Penanganan HAM Stagnan

Setahun Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, Komnas HAM Sebut Penanganan HAM Stagnan

Ketua Dewan Syuro PKS Ingatkan 3 Hal Penting Selama Sehari Dalam Hidup

Ketua Dewan Syuro PKS Ingatkan 3 Hal Penting Selama Sehari Dalam Hidup

MUI Fatwakan Perdagangan Satwa Langka adalah Haram

MUI Fatwakan Perdagangan Satwa Langka adalah Haram

Baca Juga

Berita Lainnya