Rabu, 27 Oktober 2021 / 21 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Peran Pers Islam Amat Penting bagi Bangsa

Istimewa
Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Ditjen Bimas Islam), M Fuad Nasar
Bagikan:

Hidayatullah.com- Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Ditjen Bimas Islam), M Fuad Nasar mengapresiasi peran dan kontribusi pers Islam yang telah hadir sejak zaman pra kemerdekaan Republik Indonesia. Ia menilai peran pers Islam sangat penting bagi bangsa ini.

“Dalam memperingati Hari Pers Nasional, kita patut mengenang dan mengapresiasi peran dan kontribusi pers Islam dan para tokoh penggeraknya semenjak masa sebelum kemerdekaan,” ujar Fuad Nasar dalam rilisnya diterima hidayatullah.com pada Rabu (10/02/2021).

Fuad Nasar mengatakan, fondasi, identitas, dan spirit pers nasional yang mengabdi pada cita-cita perjuangan bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, pada hakikatnya terbentuk dari keyakinan tertentu, seperti pers Islam, yang telah hadir sejak zaman kolonial di berbagai kota, seperti Medan, Padang, Bandung, Batavia (kini Jakarta), Yogyakarta, Surabaya, dan kota-kota lainnya di masa itu.

“Pers Islam seperti Al Imam, Al Munir, Al Manar, yang waktu itu berbahasa Arab/ Melayu dengan tokoh pelopornya antara lain Syeikh Taher Djalaluddin, Syeikh Abdul Karim Amrullah, Haji Abdullah Ahmad, Zainuddin Labay El Yunusy dan kawan-kawan dari Minangkabau, sebelum bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, peredarannya telah menembus batas-batas teriorial wilayah koloni Inggris dan Belanda di tanah Melayu Malaysia, Singapura, dan Kepulauan Nusantara sebagai daerah jajahan Hindia Belanda,” paparnya.

Gagasan pembaharuan alam pikiran Muslim dan perjuangan antipenjajahan, tambahnya, tersebar melalui dua pilar yaitu pendidikan dan pers atau media massa. “Tersiarnya cita-cita pergerakan Muhammadiyah (1912) dan Nahdlatul Ulama (1926) serta organisasi Islam lainnya sejak sebelum Republik Indonesia berdiri adalah ditopang oleh pers,” imbuhnya.

Para ulama dan pejuang kemerdekaan di masa lalu berperan di ruang publik, di samping melalui pergerakan organisasi, juga lewat media massa seperti surat kabar dan majalah.

Ia mengatakan, tokoh-tokoh besar yang pemikiran dan perjuangannya telah mengubah nasib bangsa, seperti Bung Karno, Bung Hatta, Tjokroaminoto, Haji Agus Salim, Mohammad Natsir, Hamka, A. Hassan, Zainal Abidin Ahmad, M Yunan Nasution, dan banyak lagi yang lain, adalah orang-orang hebat dalam menulis di media massa dan bergerak di tengah masyarakat.

“Hemat saya, pers Islam memberi sumbangan yang amat penting yaitu nilai-nilai etika yang sangat berharga terhadap jatidiri pers nasional yang tetap relevan hingga kapan pun di era digital sekarang ini, yaitu keberpihakan pers dan jurnalis kepada kebenaran dan keadilan, menghindari berita bohong (hoax), tabayyun (cross check) sebelum menebar informasi apalagi isu yang sensitif dan bisa memicu kegaduhan, tidak mencampurkan adukkan antara yang haq dan yang bathil, antara fakta dan hoax dan sebagainya,” pungkasnya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Pelabelan Teroris Tanpa Dasar Berakibat Kematian Perdata

Pelabelan Teroris Tanpa Dasar Berakibat Kematian Perdata

Muhammadiyah Akan Bantu Mediasi ESQ dengan Mufti Malaysia

Muhammadiyah Akan Bantu Mediasi ESQ dengan Mufti Malaysia

KUII VII Akan Dihadiri 700 Peserta, Dibuka Presiden, Ditutup Wapres

KUII VII Akan Dihadiri 700 Peserta, Dibuka Presiden, Ditutup Wapres

Kepedulian pada Agama, termasuk Kepedulian terhadap Bangsa

Kepedulian pada Agama, termasuk Kepedulian terhadap Bangsa

MK Menolak Gugatan Prabowo-Sandi secara Keseluruhan

MK Menolak Gugatan Prabowo-Sandi secara Keseluruhan

Baca Juga

Berita Lainnya