Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Anies Bersyukur Sudah Terapkan Pembatasan Mikro Sejak Tahun Lalu

muh. abdus syakur/hidayatullah.com
[Ilustrasi] Poster dukungan terhadap penanganan Covid-19 oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta Barat (28/03/2020).
Bagikan:

Hidayatullah.com- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah mengeluarkan Instruksi Mendagri (Irmendagri) Nomor 3 tahun 2021 tentang PPKM Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa/Kelurahan, Sabtu (07/02/2021). DKI Jakarta menjadi salah satu provinsi prioritas dalam intruksi Mendagri tersebut.

Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku bersyukur telah melaksanakan pola serupa, yakni pembatasan mikro dengan membentuk gugus tugas di tingkat RW. Dia mengaku, kebijakan itu bahkan telah diterapkan sejak tahun lalu.

“Dan kita bersyukur apa yang kita kerjakan sejak tahun lalu. Kita kan punya pembatasan di kampung-kampung dan tahun lalu ada gugus tugas tingkat RW yang terus masih aktif terus kita aktifkan,” ungkap Anies dalam diskusi virtual dengan tema Bersatu Melawan Covid-19 (08/02/2021).

Diketahui, Anies memutuskan kembali kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Ibu Kota. Perpanjangan aturan tersebut berlaku selama dua pekan ke depan, yakni hingga 22 Februari 2021.

Pemprov DKI juga memperpanjang kebijakan PPKM yang sudah dimulai sejak tanggal 26 Januari-8 Februari 2021. Perpanjangan itu dilakukan usai penerapan pertama pada 11-25 Januari 2021.

“(PPKM) Kita teruskan seperti kemarin. Jadi kebijakan yang sama seperti sejak awal. Dan di Jakarta juga sejak hari ini sudah diperpanjang untuk dua pekan ke depan,” kata Anies.

Dalam kesempatan diskusi itu, Anies juga menyampaikan terkait data kasus Covid-19 di Jakarta. Dia membeberkan, hingga kini kasus aktif corona di Ibu Kota sebanyak 23 ribu kasus.

“Kenapa saya sebut penting untuk melihat kasus aktif, karena kasus aktif ini kaitannya dengan bagaimana kita menyiapkan tempat untuk isolasi. Angkanya sekarang cuma tambah 69 jadi kira-kira 23.800. Lalu fatality rate di Jakarta itu 1,6 persen, kesembuhan 89,80 persen,” jelas Anies.

Dia juga menyinggung mengenai tarik rem darurat di tengah lonjakan kasus corona. Anies menyebut, setelah hal itu dilakukan, kurva kasus Covid-19 di Jakarta mulai melandai.

“Kita menarik rem darurat waktu itu emergency break kita lakukan, apa yang terjadi, lalu kurvanya langsung mulai melandai,” tuturnya.* Azim Arrasyid

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Deradikalisasi Islam Membahayakan Umatnya

Deradikalisasi Islam Membahayakan Umatnya

Praktisi: RKUHP Baik, Penegak Hukumnya Masih Tanda Tanya

Praktisi: RKUHP Baik, Penegak Hukumnya Masih Tanda Tanya

Gempa 6,9 SR di Sulteng Berpotensi Tsunami, Warga Panik

Gempa 6,9 SR di Sulteng Berpotensi Tsunami, Warga Panik

Surat Terbuka untuk Kepala Sekolah SMAN 2 Denpasar Bali

Surat Terbuka untuk Kepala Sekolah SMAN 2 Denpasar Bali

Surat Dakwaan Dinilai Tak Jelas, Ranu Muda akan Ajukan Eksepsi

Surat Dakwaan Dinilai Tak Jelas, Ranu Muda akan Ajukan Eksepsi

Baca Juga

Berita Lainnya