Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

HMI Sebut SKB Tiga Menteri Soal Seragam Sekolah Memaksa Kehendak

HMI
Bagikan:

Hidayatullah.com–Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menegaskan jika Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri soal seragam sekolah memaksakan kehendak. SKB tersebut dinilai membatasi kewenangan daerah.

“SKB tiga menteri ini terkesan memaksa kehendak kepada pemerintah daerah dan membuat beberapa daerah dengan kekhususan atau mayoritas agama tertentu tidak lagi bisa memperlihatkan kekhususannya tersebut,” ucap Departemen Pendidikan dan Pelatihan PB HMI, Dede Prandana Putra, dalam keterangannya, Senin (08/02/2021).

Menurutnya, SKB itu bertentangan dengan otonomi daerah. Seharusnya, pemerintah pusat tidak sampai mengatur soal penerapan atribut agama. “SKB tiga menteri telah mencederai otonomi daerah atau telah menghilangkan kebebasan daerah,” ujarnya.

Dia tidak sepakat jika keputusan tersebut menghapus diskrimintasi agama. Malah, menurut Dede, ada diskriminasi kepada daerah-daerah dengan mayoritas menganut agama tertentu.

“SKB tiga menteri jangan dijadikan sebagai alasan untuk menghapus diskriminasi. Sedangkan di sisi lain, SKB 3 menteri justru memperlihatkan diskriminasinya terhadap daerah-daerah yang mayoritas menganut agama tertentu,” ujarnya. “Jadi, jangan berlindung dibalik diskriminasi. Jangan menyelematkan diskriminasi dengan melakukan diskriminasi,” imbuh dia.

Dede pun tidak sepakat jika SKB seragam sekolah dikaitkan dengan Pancasila. Menurutnya, Pancasila berpegangan pada nilai-nilai agama. “Selain diskriminasi, jangan berlindung dibalik nilai-nilai Pancasila. Toh, nilai-nilai Pancasila diambil dari nilai-nilai kehidupan bermasyarakat yang penuh dengan nilai-nilai religius,” ujar Dede.

“Bahkan, sila pertama dalam Pancasila yang dijadikan Causa Prima Pancasila merupakan nilai-nilai keagamaan,” katanya.

SKB 3 menteri yang dimaksud adalah SKB terkait penggunaan seragam dan atribut di lingkungan sekolah yang diterbitkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. SKB disampaikan Nadiem, Tito, dan Yaqut dalam jumpa pers virtual pada 3 Februari lalu.*

Rep: Ahmad
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Gubernur Kelantan Beri Masukan untuk Aceh Madani

Gubernur Kelantan Beri Masukan untuk Aceh Madani

Dukung Jokowi, Wanda Hamidah Dipecat dari PAN

Dukung Jokowi, Wanda Hamidah Dipecat dari PAN

Dzikir Juga Thibbun Nabawi

Dzikir Juga Thibbun Nabawi

Rektor ITS Launching ‘Gerakan Shalat Subuh Berjamaah’ di Masjid

Rektor ITS Launching ‘Gerakan Shalat Subuh Berjamaah’ di Masjid

Pilih Pemimpin Berbasis Muslim meski Partainya banyak Kekurangan

Pilih Pemimpin Berbasis Muslim meski Partainya banyak Kekurangan

Baca Juga

Berita Lainnya